Digitalisasi UMKM Di Masa Pandemi Covid-19

0
153
Sumber foto: jalantikus.com

UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menegah) di Indonesia menjadi salah satu perkembangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang cukup banyak. Saat ini UMKM Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis di masa pandemi covid-19. Berbagai cara dilakukan UMKM agar bertahan di masa saat ini. Salah satunya melakukan peralihan cara pelaku UMKM ke era teknologi digital. Saat ini dibutuhkan melakukan pengukuran kepada pelaku UMKM untuk mengukur kesiapan mereka beradaptasi memulai usaha di masa pandemi covid-19. Karena kondisi covid-19 yang memang mengharuskan sosial distancing, bertemu dan bertatap muka menjadi hal yang dihindari. Maka pelaku usaha mau atau tidak berpindah ke era serba digital.

Kondisi UMKM Sebelum dan terdampak Pandemi Covid-19. Menurut survey Katadata Insight Center (KIC), mengatakan kondisi UMKM sebelum covid-19, kondisi usaha tingkat tinggi sebesar 92,7%, kondisi usaha tingkat sedang sebesar 6,3%, dan kondisi tingkat rendah sebesar 1,0%. Dimana sebelum adanya covid-19 pelaku usaha berjalan lancar, tidak banyak masalah kendala, dan rendahnya kondisi buruk.

Namun jika melihat kondisi usaha saat ini menurut survey Katadata Insight Center(KIC) kondisi usaha tingkat rendah meningkat sebesar 56,8% dibanding yang semulanya hanya sebesar 1,0 %. Dan usaha tingkat sedang menurun sebesar 29,1% dari yang semulanya 6,3%. Dan kondisi usaha tingkat tinggi menurun, yang semula 92,7% menjadi 14,1%. Hal tersebut memperkirakan 63,9% UMKM yang mengalami penurunan omzet 30%, hanya 3,8% UMKM yang mengalami peningkatan omzet. Akibat turunnya omzet pelaku UMKM di masa pandemi mengalami:

a. Turunnya permintaan konsumen,
b. Pengurangan jam kerja, pengurangan karyawan, penutupan usaha sementara dan tetap, pengurangan hari kerja.
c. Akes pengiriman terhambat
d. Susahnya mendapat bahan produksi
e. Kesulitan mendapatkan modal usaha

Saat ini Umkm banyak berusaha dengan cara offline dan online, ataupun kedua cara tersebut. Berbagai cara dilakukan agar bertahan dalam pandemi ini. Namun persiapan pelaku usaha dengan digital menunjukkan bahwa UMKM ini tidak semuanya pelaku usaha mau untuk beralih ke era digital. Karena dalam pengukuran menunjukkan bahwa orang tua memiliki prilaku digital yang rendah dibandingkan dengan anak muda. Sehingga UMKM mengalami kendala menjalankan usaha dengan teknologi. Masalah utama UMKM yaitu konsumen yang awam mengunakan media sisoal, serta kurangnya pengetahuan cara menjalankan usaha online.

Digitalisasi yaitu teknologi yang berproses peralihannya dengan media sosial saat ini yang berbentuk digital. Digilatisasi UMKM di masa pandemi beralihnya cara kerja pelaku usaha UMKM dengan menggunakan jaringan internet melalui media sosial. Digitalisasi dengan UMKM saling berhubungan karena UMKM melalukan cara kerja melalui media sosial dengan teknologi. Alat pemasaran online melalui Handphone,Laptop dan Komputer yang terhubung jaringan internet. Ada banyak cara pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya, namun tak semua UMKM memasarkan produk secara digitalisasi.

Tujuan digitalisasi bagi UMKM yaitu, membantu para pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan usaha melalui teknologi sekarang. Oleh sebab itu perlu memperkenalkan digitalisasi kepada UMKM sebagai solusi yang tepat. Tetapi pelaku UMKM di beberapa daerah hanya sebagian besar saja yang melakukan usaha online dengan media sosial, masih banyak pelaku Umkm yang masih berkerja secara offline. Karena kondisi yang tidak memungkinkan dan keterbatasan jaringan internet.

Manfaat digitalisasi untuk UMKM di masa pandemi covid-19 saat ini. Dapat mengembangkan bisnisnya. Agar tetap bertahan, dengan adanya digital UMKM dapat melakukan pembelian, penjualan, pemesanan, pemasaran , mencari informasi untuk meningkatkan usahanya, serta mempromosikan barang dan jasa cukup lewat media sosial saja.

Manfaat kedua, mendorong pertumbuhan UMKM, menjalin kerjasama dengan berbagai komunitas lain dan platform digital seperti facebook, instgram, shopee dll. Keuntungan digitalisasi bagi UMKM pertama, terciptanya cara kerja yang mempermudahkan pelaku UMKM untuk menjalankan bisnisnya, biaya yang efesiensi, pengiriman cukup melalui jasa. Dan untuk mempromosikan barang sudah bisa di lakukan dengan media sosial seperti facebook dan lainnya.

Keuntugan kedua, dengan digitalisasi dapat memperluas jaringan pemasaran, sehingga jangkauanya pemasaran cukup dengan media saja sudah bisa mencapai kota-kota, kabupaten, desa bahkan negara lain.

Yohana Katharina Manurung

Mahasiswa Universitas Boyolali, Jurusan Teknik Informatika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here