Lupakan Saya jika Anda Bisa..

0
389

Setiap orang memiliki Hak untuk Tahu, dan setiap orang harus memiliki Hak untuk Dilupakan. Hak Asasi Manusia yang sering dikaitkan dengan penggunaan Internet mencakup privasi, kebebasan berekspresi, hak untuk mencari, menerima, dan memberikan informasi, berbagai hak yang melindungi keanekaragaman budaya, bahasa, dan minoritas, serta hak atas pendidikan. Akan tetapi, dengan perkembangan teknologi yang mempengaruhi kehidupan kita juga muncul satu hak baru yang penting bagi pengguna Internet, yaitu Hak  untuk Dilupakan.

Hak untuk dilupakan adalah sebuah konsep mengenai hak sipil individu untuk meminta informasi pribadinya dihapus dari Internet. Motivasi  menerapkan hak tersebut memang masuk akal karena era digital telah menyebabkan pengikisan ruang pribadi, dan proses perlindungan data pribadi menjadi semakin susah. Untuk menghapus data pribadi seseorang secara efektif, harus ada mekanisme yang dapat dilacak untuk memastikan bahwa data yang dihapus juga dihapus dari media penyimpanan data cadangan.

Hak untuk dilupakan yang pertama kali diakui  Pengadilan Eropa dalam putusan yang dibuatnya dalam sebuah kasus tahun 2014 antara Google Spanyol dan warga negara Spanyol, Mario Costeja González. Pengadilan memutuskan  bahwa Google dan mesin pencari lainnya bertanggung jawab atas informasi pribadi yang muncul pada halaman web yang diterbitkan oleh pihak ketiga, dan  mesin pencari harus menghapus tautan ke halaman yang mereferensikan warga negara Uni Eropa ketika mereka diminta untuk melakukannya.

Sejak itu, hak untuk dilupakan diperkenalkan Pengadilan Eropa ketika memutuskan pengguna Internet dapat meminta mesin pencari seperti Google  menghapus informasi yang tidak memadai atau tidak relevan dari hasil pencarian web yang muncul di bawah pencarian nama mereka.

Konten itu  akan tetap masih tersedia dan dapat dicari di Internet, tetapi untuk mengaksesnya Anda memerlukan alamat tautan langsung yang tepat. Akan tetapi, Google tidak menerapkan hak untuk dilupakan secara global, maka jika ingin masa lalu Anda dilupakan di internet, mungkin lebih baik pindah ke Eropa.

Hak untuk mengontrol data seseorang tidak ada artinya jika orang tidak dapat mengambil tindakan ketika mereka tidak lagi setuju data mereka diproses, ketika ada kesalahan signifikan dalam data itu, atau jika mereka percaya informasi itu tidak perlu disimpan di Internet.

Dalam kasus ini, seseorang dapat meminta agar data pribadinya dihapus. Tetapi hak untuk dilupakan ini bukan hak mutlak. Menurut Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) di Uni Eropa, seorang individu memiliki hak untuk menghapus data pribadinya jika (gdpr.eu/right-to-be-forgotten):

  • Data pribadi tidak lagi diperlukan untuk tujuan sebuah organisasi yang awalnya mengumpulkan atau memproses data itu.
  • Suatu organisasi bergantung pada persetujuan individu sebagai syarat yang sah untuk memproses data dan individu tersebut membatalkan persetujuannya.
  • Suatu organisasi mengandalkan kepentingan sah sebagai pembenaran untuk memproses data individu, sedangkan individu tersebut menolak pemrosesan itu, dan tidak ada kepentingan sah utama lagi bagi organisasi  melanjutkan pemrosesan data pribadi.
  • Suatu organisasi sedang memproses data pribadi untuk tujuan pemasaran langsung dan individu menentang pemrosesan itu.
  • Organisasi memproses data pribadi seseorang secara tidak sah.
  • Organisasi harus menghapus data pribadi untuk mematuhi peraturan atau kewajiban hukum.
  • Suatu organisasi telah memproses data pribadi anak untuk menawarkan layanan masyarakat informasi mereka.

Namun, hak organisasi untuk memproses data seseorang mungkin dapat mengabaikan hak pengguna Internet untuk dilupakan. Meskipun demikian, hak untuk dilupakan  menyebar di seluruh dunia. Negara-negara berjuang  membentuk rezim privasi dalam era digital. Misalnya, hanya beberapa tahun setelah kasus dengan Mario Costeja González, hak untuk dilupakan didukung di Rusia. Undang-undang ini diperkenalkan tahun 2015 dan mulai berlaku tahun 2016.

Penulis : Iryna Bahinska, mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi Pascasarjana UAJY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here