Apakah Orang Mempercayai Identifikasi Digital?

0
438

Saat ini melalui perkembangan teknologi, banyak negara berjuang menggunakan kartu identitas dengan sistem digital nasional untuk memfasilitasi identifikasi warganya di mana saja di dunia.

Pertama-tama, saya berpikir bahwa penggunaan kartu identitas dengan sistem digital nasional adalah cara yang baik bagi negara-negara untuk mengumpulkan dan menyimpan data warga  mereka, serta memudahkan untuk mengidentifikasi mereka dengan cara yang mudah saat berada di berbagai sisi dunia.  

Tetapi di sisi lain terdapat juga tantangan terkait dengan penggunaan teknologi ini, di mana orang dapat menghadapi masalah ketidakamanan berdasarkan digitalisasi identitas mereka. Masalah yang dihadapi oleh setiap warga negara pengguna kartu identitas dengan sistem digital  nasional adalah rentannya perlindungan terhadap keamanan data yang mereka miliki.

Mereka segera dihadapkan pada  kejahatan dunia maya yang kapan saja jika data mereka tidak terlindungi dengan baik dapat dicuri dan digunakan  para penjahat itu dengan cara yang buruk. Itulah penyebab yang memungkinkan beberapa orang tidak mempercayai identifikasi digital.

The breaches of Target (2013) dan Home Depot (2014) adalah contoh dari pelanggaran data, di mana peretas (hacker) mengumpulkan nomor kartu kredit dan debit, serta informasi akun dan email alamat (110 juta dari The breaches of Target dan 56 juta dari Home Depot). Pelanggaran pada tahun 2013, Yahoo mengkompromikan akun antara 500 juta dan 3 miliar pengguna.

Pada tahun 2014 pelanggaran data JP Morgan Chase, di mana nama, alamat, nomor telepon, dan alamat email dari pemegang 76 juta rumah tangga dan 7 juta rekening usaha kecil diambil. Hal tersebut adalah pelanggan terbesar pencurian data dari lembaga keuangan Amerika saat itu (Ablon, 2018).

Berdasarkan fakta-fakta di atas, penggunaan kartu identitas dengan sistem digital nasional dapat mengekspos warga negara dalam bahaya menjadi korban kejahatan dunia maya. Masalah ini memberikan ketidakamanan permanen bagi warga negara yang dapat mempengaruhi situasi dalam menjalani seluruh hidup mereka dan takut  jenis kejahatan yang tidak diketahui untuk dilakukan  penjahat yang tidak dikenal.

Singkatnya, saya percaya bahwa, penggunaan kartu identitas dengan sistem digital nasional sangat penting bagi negara-negara dalam memfasilitasi identifikasi warga mereka dengan memanfaatkan teknologi di seluruh dunia. Tetapi kebijakan dan strategi terkuat harus diterapkan untuk melindungi data warga dari penjahat dunia maya (cyber) dan mengembalikan kepercayaan warga terhadap identifikasi digital.

Penulis : Jean Nsengiyumva, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Pascasarjana UAJY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here