PERAN MEDIA ONLINE DALAM PROSES IMITASI FASHION KOREA

0
802

Perkembangan teknologi informasi khususnya media online memberikan dampak yang sangat besar dalam kemajuan komunikasi. Salah satunya berkaitan erat dengan penyebaran budaya populer atau biasa disebut juga budaya pop. Meluasnya budaya pop ini tidak terlepas dari peran media online yang secara sadar maupun tidak telah membantu menyebarkan budaya tersebut. Di Indonesia, ada beberapa media online yang berperan besar dalam proses penyebaran budaya Korea seperti, Instagram,Twitter, Youtube, TV, dan Web Drama. Media-media tersebut dianggap sangat berperan karena melalui media tersebut, seorang penggemar maupun peniru budaya korea akan merasa up to date karena informasi yang didapatkan lebih cepat dan selalu terbaru. Budaya Korea yang meyebar secara luas hingga belahan dunia ini disebut dengan istilah “Hallyu”.

Sumber : Floral dress ala Korea via https://id.pinterest.com

Proses imitasi yang dilakukan oleh anggota komunitas penggemar Budaya Korea yang ada di Yogyakarta melalui media. Banyaknya penggemar Budaya Korea yang berasal dari Yogyakarta ini dibuktikan dari hasil survei yang telah dilakukan oleh, DN Times yang melibatkan 580 responden lewat media survei online yang disebar ke seluruh Indonesia dari bulan Desember 2018 hingga Januari 2019. Hasil dari survei tersebut membuktikan bahwa penggemar Budaya Korean di Jawa lebih banyak dengan presentase 76,3%. Mereka awalnya melihat dan merasa tertarik dengan pakaian, gaya rambut, hingga make up yang dikenakan oleh idolanya. Setelah itu mereka mulai mencari tau melalui media mengenai referensi fashion dan make up seperti artis idolanya. Semua itu kemudian diaplikasikan pada dirinya, gaya itu akan dipakainya dalam keseharian.

Adapun motif yang menjadi alasan seorang penggemar dan cover dance dalam meniru fashionnya, yaitu untuk mempertahankan eksistensi dan mendapat pengakuan bahwa “mirip” dengan tokoh idolanya. Penampilan yang mirip itu juga yang akan mempengaruhi penampilan dancenya, ketika dalam berfashion.

Secara sosiologis, hal ini berkaitkan dengan modal sosial yang dimiliki seseorang. Semakin banyak modal sosial mereka miliki melalui media online, maka akan semakin tinggi pula pengetahuan berfashionnya. Tidak hanya dari modal sosialnya saja, kita dapat juga melihat dari simbol yang ditampilkan ini dapat membentuk karakter berpenampilan mereka juga.

DAFTAR PUSTAKA

Syahra, R. (2003). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya5(1), 1-22.

Simbar, F. K. (2016). Fenomena Konsumsi Budaya Korea pada Anak Muda di Kota Manado. Jurnal Holistik.

Matheus Marsely. 2018. Menelusuri Akar Budaya Korea di Indonesia. Kumparan. https://kumparan.com/@kumparank-pop/menelusuri-akar-budaya-korea-di-indonesia-1545450442469269239 Di akses pada 25 September 2019 pukul 17.05 WIB.

Triadanti. 2019. Jadi Gaya Hidup, Benarkah Fans KPop Kaya Raya atau Cuma Modal Kuota?. IDN TIMES. https://www.idntimes.com/hype/entertainment/danti/jadi-gaya-hidup-benarkah-fans-kpop-kaya-raya-atau-cuma-modal-kuota/full Di akses pada 25 September 2019 pukul 17.50 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here