FASHION SEBAGAI REPRESENTASI MODERNITAS DI INDONESIA

0
1340

Esai ini dibuat berdasarkan ketertarikan dan refleksi saya terhadap perkembangan industri fashion khususnya di Indonesia. Ketertarikan ini muncul setelah saya membaca mengenai perkembangan fashioan, ternyata terdapat perbedaan fashion pada tahun 1945’an dengan fashion saat ini. Berdasarkan yang saya baca perbedaan fashion pada zaman dulu dengan sekarang dapat dilihat dari perkembangan fashion celana jean. Pada tahun 1945’an di Indonesia celana hanya digunakan oleh laki-laki, sedangkan wanita menggunakan rok. Tetapi berbeda dengan sekarang celana jeans dapat digunakan oleh siapa saja baik wanita maupun laki-laki, tanpa harus melihat gandernya.

Hal ini membuat beberapa pertanyaan yang muncul dalam benak saya, setelah membaca mengenai perkembangan fashion. Apa itu fashion? Apakah perkembangan zaman dapat mempengaruhi perkembangan fashion? Tentu, masih banyak pertanyaan yang muncul akan perkembangan fashion tersebut.

Perkembangan studi sosial pada abad ke-19 dan di abad ke-20, fashion menjadi menarik untuk dibahas sebagai subjek sosial. Berdasarkan banyaknya pertanyaan tersebut, membuat saya tertarik untuk menuliskan esai ini menggunakan perspektif lain. Perspektif yang saya gunakan dalam mengkaji tulisan ini menggunakan persepektif sosiologi, dalam menjelaskan fashion sebagai representasi modernitas.

Kajian dengan menggunakan perspektif dimana saya dapat memahami perkembangan suatu fashion dari sudut pandang sosialnya. Perkembangan fashion yang biasanya dikaji dari persepektif antropologi dan kesenian esai kali ini berbeda karena saya akan mencoba menjelaskan fashion sebagai representasi modernitas dari sudut pandang sosialnya.

Definisi Fashion

Definisi fashion secara umum merupakan gaya berbusana yang populer dalam suatu budaya atau sebagai mode. Tetapi berbeda dengan Herbert Spencer yang mengatakan bahwa fashion merupakan simbol dari manifestasi hubungan antara kelas atas dan bawah yang berfungsi sebagai kontrol sosial. Spancer juga menulis mengenai fashion yang bersifat imitatif pada tahun 1896. Dia menuliskan dua jenis imitasi yang masih berlaku untuk mode kontemporer yaitu, (1) imitasi hormat yang didorong oleh hormat dan pemujaan untuk ditiru dan (2) imitasi kompetitif yang didorong oleh keinginan untuk menegaskan kesetaraan kelas sosioal dengan orang lain.

Definisi Modernitas

Giddens menggambarkan bahwa modernitas terdiri dari beberapa institusi dasar, seperti kapitalis yang didirikan oleh adanya produksi komoditas, penguasaan kapital secara privat, menggunakan tenaga kerja, dan munculnya sistem kelas. Pendapat Giddens ini juga berkesinambungan dengan pendapat Karl Marx yang mengatakan bahwa zaman modern ini melahirkan kaum kapitalis, yang ditunjukan oleh masyarakat modernitas yang semakin terspesialisasi dapat memberikan dampak dapat dipahami adalah tugas yang sulit karena dimensi kompleks dari perubahan sosial. Terspesialisasi dan lahirnya kaum kapitalism ini dapat membentuk adanya perbedakan kelas atas dan kelas bawah. Masyarakat modernitas saat ini juga lebih mementingakn tanda atau simbol dibandingkan dengan fungsinya. Untuk itu adapun ciri-ciri dari modernitas seperti, urbanisasi, ketidaksetaraan gender dan pendapatan, perolehan keterampilan dan pendidikan, peran komunikasi politik dan media, korupsi birokrasi, dan sebagainya.

Fashion Sebagai Representasi Modernitas Di Indonesia

Fashion dapat dikatakan sebagai representasi modernitas karena, fashion dapat menampilkan modernitas sendiri. Fashion dapat menunjukan adanya kesetaraan gander dengan cara fashion menjadi salahnya tanda emansipasi perempuan. Dikatakan sebagai tanda emansipasi perempuan karena awalnya celana jeans hanya digunakan oleh laki-laki saat ini perempuan bebas menggunakannya. Pada abad ke-19, perempuan Indonesia mulai mengenakan celana jeans bahkan di beberapa tempat, ilegal bagi perempuan untuk mengenakan celana panjang. Saat ini, celana jeans dikenakan oleh perempuan untuk semua kesempatan tanpa konotasi maskulin. Malah saat jenis celana perempuan lebih banyak modelnya dibandingakan dengan laki-laki. Hal ini membuktikan bahwa dunia fashion telah sadar gender.

Sumber : pinterest.com

Fashion sendiri kemudian mengubah perannya, yang awalnya berfungsi untuk menutupi tubuh saat ini fashion memiliki peran sebagai ekspresi diri dan juga kepentingan ekonomi. Hal ini ditunjukan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa industri fashion yang ada di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2019 mencapai 18,98% yang sebelumnya pada tahun 2018 berada di angka 7,46%. Berdasarkan data tersebut membuktikan bahwa peran fashion bukan hanya sekedar penutup tubuh saja melainkan kepentingan ekonomi juga karena dapat membuka peluang industri fashion yang semakin banyak.

Peningkatan industri fashion ini tak lepas dari masyarakat modernitas yang telah sadar pentingnya fashion. Bukan hanya sekedar penutup tubuh ataupun gaya berbusana melainkan sebagai ekspresi diri dan juga simbol pembeda kelas atau sering kita dengar fashion dapat menunjukan perbedaan kelas sosial seseorang.

Secara sosiologis fashion merupakan representasi dari modernitas, karena konsep fashion terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan fashion ini membuka peluang untuk para penguasa (kapitalis) untuk membuka industri fashion. Peralihan peran fashion di zaman modern ini juga menjadi salah satu bukti bahwa fashion sebagai representasi dari masyarakat modernitas. Dimana fashion bukan lagi sekedar seni dan fungsinya sebagai pelindung tubuh. Melainkan kehadiran fashion saat ini untuk memenuhi keinginan konsumen bukan lagi kebutuhan, yang dimana konsumen saat ini lebih mementingkan simbol atau tanda yang ditunjukan dari penggunaan fashion tersebut. Hal ini juga ditunjukan oleh masyarakat modernitas yang lebih mengutamakan simbol atau tanda dibandingkan dengan fungsi dari suatu objek.

DAFTAR PUSTAKA

Hollander, A. (1992). The modernization of fashion. Design Quarterly, 154, 27-33.

Aspers, P. (2016). Orderly fashion: A sociology of markets. Princeton University Press.

Goorha, P. (2010). Modernization theory. In Oxford Research Encyclopedia of International Studies.

Apfia Tioconny Billy. 2019. Pertumbuhan Industri Tekstil dan Pakaian Meroket di Awal Tahun 2019. Tribun Bisnis. https://www.tribunnews.com/bisnis/2019/05/14/pertumbuhan-industritekstil-dan-pakaian-meroket-di-awal-tahun-2019 Di akses pada 7 Oktober 2019 pukul 17.45 WIB.

Soran N. 2015. Definisi atau Pengertian Fashion. http://www.pengertianku.net/2015/11/definisi-atau-pengertian-fashionsecara-umum.html . Di akses pada 7 Oktober 2019 pukul 18.15 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here