International Nurse Day 2019 : Melayani Masyarakat Tanpa Bedakan RAS

0
944
Foto: Istimewa


Yogyakarta – Perawat menjadi motor penggerak untuk memastikan kesehatan seluruh masyarakat di Indonesia. Kebersamaan antara perawat dengan pasien yang berlangsung hampir dua puluh empat jam membawa perawat menjadi sosok yang dekat dengan masyarakat.

“Perawat dan masyarakat saling membutuhkan. Kami sebagai perawat membutuhkan masyarakat untuk mengabdikan diri, begitupula dengan masyarakat yang membutuhkan kami untuk membatu menjadi pelayan kesehatan ketika sakit,” ungkap Sri Rejeki Arum Wahyuni, SKM, MM, perwakilan PPNI, pada acara puncak International Nurse Day 2019 di Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta (12/05/2019).

International Nurse Day atau Peringatan Hari Perawat Internasional memang selalu dilakukan pada tanggal 12 Mei. Pasalnya, pada tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Florence Nightingale yang menjadi tokoh inspirasi bagi perawat untuk terus mengabdikan diri dan membawa dunia keperawatan untuk lebih maju.

Foto: Istimewa

Acara puncak International Nurse Day 2019 yang berlangsung di Yogyakarta menjadi penutup dari perjalanan panjang rangkaian acara yang telah berlangsung. Mengundang Kalosi Band, pada acara puncak ini juga terdapat final perlombaan pentas seni, pembagian takjil, dan cek kesehatan gratis.

Melibatkan panitia dari 16 universitas dan sekolah tinggi keperawatan di Yogyakarta, peringatan International Nurse Day 2019 diawali dengan melakukan sosialisasi di RS PKU Gamping pada bulan Februari. Selanjutnya, diadakan berbagai perlombaan, yaitu poster, fotografi, futsal, dan pentas seni, yang diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi keperawatan.
Mengambil tema A Voice To Lead : Health For All, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi calon perawat dan perawat di Yogyakarta untuk dapat memberikan kesehatan tanpa membedakan RAS.

Foto: Istimewa

“Melalui kegiatan International Nurse Day 2019, kami dapat membuktikan bahwa calon perawat masa kini adalah calon perawat yang luar biasa. Pesan kami bagi perawat khususnya di Yogyakarta agar semakin solid dan saling membantu dalam menyelesaikan permasalahan di bidang keperawatan,” pungkas Er Febri Angelina Nur, ketua panitia International Nurse Day 2019 di Yogyakarta.

Brigitta Adelia
STIKes Panti Rapih Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here