Pengoptimalan Hasil Kerajinan Rajutan

0
263
Foto : LPPM UAJY

Padukuhan Bengle I yang terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki masyarakat yang gemar dalam membuat kerajinan rajutan. Namun keterbatasan modal, minimnya pengetahuan dan pengalaman memasarkan produk, serta kendala minimnya upah bayaran untuk sebuah hasil rajut menjadi permasalahan bagi masyarakat Padukuhan Bengle I.

Menurut A. Hartono, selaku Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kepada SwaraKampus.com bahwa Padukuhan Bengle I ini memiliki potensi masyarakat yang ingin berkreasi dan berinovatif dalam mengoptimalkan hasil usahanya.

Anugrah Kusumo Pamosoaji, ST., MT., dosen UAJY bersama dengan mahasiswa/i angkatan 69 melakukan pengabdian masyarakat. Pengabdian tersebut dilaksanakan pada Juli 2016 yang lalu. Mereka berusaha untuk membantu masyarakat Padukuhan Bengle I dalam mengatasi masalah mereka. Dengan begitu, mahasiswa/i tersebut melakukan program penyuluhan dengan membentuk organisasi perajut yang ada di wilayah Bengle I.

Pelaksanaan penyuluhan ini dilakukan dengan cara memasarkan produk kerajinan rajutan dengan mengundang beberapa perwakilan 4 RT. Hasil dari penyuluhan rajutan yaitu kesepakatan antar ibu-ibu PKK yang bisa merajut untuk lebih mandiri dengan membentuk organisasi perajut yang ada di wilayah Bengle I.

Demikian keterangan yang disampaikan A. Hartono kepada Swarakampus.com. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh UAJY ini masih terus dilaksanakan hingga saat ini yang akan dilanjutkan oleh KKN tahun selanjutnya.

Cibun

Mahasiswi Sosiologi UAJY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here