Pengolahan Tanaman Jagung Menjadi Keripik Jagung oleh Mahasiswa/I UAJY di Padukuhan Bintaos

0
281
Foto : LPPM UAJY

Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas utama dunia yang sangat digemari masyarakat. Fakta tersebut menguntungkan masyarakat di Padukuhan Bintaos karena tanaman jagung cukup melimpah ditanam disana. Padukuhan Bintaos terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dimana kondisi lahan yang sesuai untuk menanam jagung. Namun, dengan keuntungan tersebut, masyarakat di Padukuhan Bintaos kurang memanfaatkan jagung secara optimal karena minimnya pengetahuan kreativitas masyarakat dalam berinovasi. Biasanya masyarakat Padukuhan Bintaos hanya memanfaatkan jagung sebagai bahan pokok sehari-hari.

Menurut Prof. Dr. MF. Shellyana Junaedi, SE., M.Si., Ketua Pusat Studi Kewirausahaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kepada SwaraKampus.com bahwa Padukuhan Bintaos ini memiliki potensi yang lebih dalam mengoptimalkan jagung sebagai bahan pokok untuk berwirausaha.

Foto : LPPM UAJY

Noor Zakiy Mubarok ST.Ars., M.Ars, Dosen UAJY bersama dengan mahasiswa/I angkatan 69 melakukan pengabdian masyarakat . Pengabdian tersebut dilaksanakan pada Agustus 2016 yang lalu. Mereka berupaya untuk membantu masyarakat Padukuhan Bintaos dalam mengatasi masalah mereka. Dengan begitu, mahasiswa/i tersebut melakukan program pelatihan kewirausahaan dalam pengolahan jagung menjadi Keripik Jagung.

Pelatihan Kewirausahaan itu dilakukan di Balai Padukuhan Bintaos yang dihadiri oleh ibu-ibu disana kurang lebih 20 orang. Mahasiswa/i memberikan penjelasan bagaimana mengolah jagung menjadi keripik jagung secara praktek di hadapan mereka. Namun yang terjadi para warga merasa kurang nyaman dengan keripik kulit jagung yang disajikan. Karena umumnya, kulit jagung digunakan untuk pakan ternak khususnya sapi. Tetapi setelah mereka mencicipinya mereka heran karena kulit jagung yang awalnya dibuang sekarang bisa menjadi snack dengan cita rasa yang unik.

Foto : LPPM UAJY

Terlihat bahwa masyarakat di Padukuhan Bintaos sangat antusias dalam mengikuti pelatihan kewirausahaan pengolahan keripik jagung ini. Selain dapat pembelajaran, mereka pun dapat lebih berkreativitas lagi dalam mengolah bahan yang ada untuk menunjang perekonomian mereka.

Demikian keterangan yang disampaikan Prof. Dr. MF. Shellyana Junaedi, SE., M.Si. kepada SwaraKampus.com. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh UAJY ini masih terus dilaksanakan hingga saat ini.

Cibun

Mahasiswi Sosiologi UAJY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here