Celengan Bambu Menjadi Khas Oleh-Oleh Padukuhan Ngelorejo

0
504

Padukuhan Ngelorejo terletak di Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul merupakan daerah yang memiliki potensi pengerajin bambu. Tetapi sayangnya pengrajin di dearah tersebut memiliki kendala dalam menentukan jenis kerajinan bambu seperti apa yang laris dijual di pasar. Bambu yang banyak diolah oleh pengrajin di daerah itu seperti keranjang dan rak kecil. Namun, mereka tidak dapat menjual sesuai dengan yang telah mereka targetkan.

Prof. Dr. MF. Shellyana Junaedi, SE., M.Si. Ketua Pusat Studi Kewirausahaan Lambaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengatakan kepada SwaraKampus.com bahwa Padukuhan Ngelorejo perlu mendapatkan pelatihan tentang bagaimana cara membuat kerajinan tangan yang dapat laris terjual di pasar. Supaya pengrajin yang ada di padukuhan tersebut memperoleh penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Untuk mengatasi masalah di atas St. Nindito, S.Sos., M.Si Dosen Sosiologi sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan bersama dengan mahasiswa/i UAJY melakukan pengabdian masyarakat di padukuhan tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Desember 2019 yang lalu. Salah satu program pengabdian masyarakat yang mereka lakukan yaitu pelatihan kewiraushaan.

Pelatihan ini bertujuan untuk mngatasi masalah yang dihadapi oleh pengrajin di padukuhan tersebut. Mereka memilih melakukan pelatihan kewiraushaan tentang bagaimana cara membuat kerajinan celengan bambu. Kemudian celengan tersebut dikemas apik dengan packaging menjadi oleh-oleh khas daerah tersebut.

foto: LPPM

Pelatihan ini dilaksanakan di rumah warga padukuhan tersebut. Kegiatan tersebut diikuti oleh warga setempat. Mereka juga mengajak warga untuk mempraktekkannya langsung dan melakukan pengemasan celengan tersebut.

Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh UAJY  masih terus berjalan hingga saat ini. kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Gunung Kidul saja melainkan juga dilaksanakan di Luar Jawa seperti Kalimantan. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Prof. Dr. MF. Shellyana Junaedi, SE., M.Si. kepada SwaraKampus.com.

Anggun

Mahasiswa Sosiologi UAJY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here