Gunakan Hak Pilihmu, Berbagai Promo Menantimu!

0
530
Sumber foto: Tribunnews.com

Pada 17 April 2019 seluruh rakyat Republik Indonesia melaksanakan pesta demokrasi. Pada pesta demokrasi kali ini rakyat Indonesia diharapkan mampu menggunakan hak pilihnya secara bijak untuk memilih calon legislatif tingkat kabupaten, tingkat provinsi, nasional (anggota DPRD, DPR dan DPD) dan tentu saja pasangan calon presiden dan wakil presiden sesuai hati nurani berlandaskan prinsip jujur, adil dan berintegritas.

Selain kampanye dari para calon legislatif dan eksekutif, yang terpenting juga yakni kampanye terkait pentingnya menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum (pemilu) sebagai wujud hak dan kewajiban politik sebagai warga negara.

Tidak dimungkiri bahwa warga yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golongan putih (golput) selalu ada dalam setiap gelaran pemilu. Menurut sumber data KPU terdapat penurunan angka partisipasi pada proses pemilu presiden tahun 2009 sebesar 71,7% menjadi 70,9% paada pemilihan presiden 2014.

Hal itu sesuai dengan kenaikan angka golput pada pemilihan presiden tahun 2009 sebesar 28,3% menjadi 29,1% pada pemilihan presiden 2014. Angka Golput tahun 2014 bahkan lebih tinggi dibandingkan dari rekapitulasi perolehan suara partai pemenang pemilu 2014 versi KPU yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bertengger di posisi pertama dengan angka 23.681.471 setara 18,95%.

Berbagai upaya dilakukan lembaga KPU baik melalui lembaga pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), media massa, selebritas dan sektor swasta untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Ajakan menggunakan hak pilih juga selalu digaungkan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon legislatif dan partai peserta pemilu melalui cara atau alat peraga kampanye baik melalui media mainstream maupun media arus bawah seperti baliho, papan berbayar dan kunjungan tatap muka ke komunitas terkait.

Tak terkecuali pesan persuasi terkait komunikasi penggunaan hak pilih juga disampaikan oleh sektor swasta seperti bisnis makanan cepat saji berjejaring, perhotelan dan layanan startup fin-tech di Indonesia. Dalam konteks ekonomi, alih-alih mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya sektor swasta ini juga memanfaatkan pesta demokrasi untuk menstimulasi perilaku konsumtif masyarakat supaya ada peningkatan omzet penjualan pada moment pemilu.

Gunakan hak pilihmu, tunjukkan jari ungumu untuk menikmati promo dari kami untukmu! Begitulah penggalan kalimat dalam caption yang diunggah melalui media sosial dan media arus bawah lainnya dari masing-masing official account bisnis atau usaha yang turut mengajak partisipasi masyarakat dalam pemilu kali ini.

Beberapa brand yang turut meramaikan pesta demokrasi dengan memberikan promo khusus bagi khalayak yang menggunakan hak pilihnya dengan mekanisme menunjukkan bekas tinta ungu pada jari kelingking merupakan brand yang tidak hanya berskala nasional tapi juga global. Unggahan di akun media sosial beberapa brand tersebut mampu menarik banyak peminat sebagai tolok ukur untuk menyatakan ketertarikannya untuk menikmati promo pemilu tersebut dari konsekuensi peminat tersebut telah menggunakan hak pilihnya dibuktikan dengan bekas tinta ungu pada jari kelingkingnya.

Seperti yang terpantau pada unggahan pesan ajakan menggunakan hak pilih dan promo dalam akun Instagram @jcoindonesia. Jco Indonesia merupakan brand dessert donut asli Indonesia yang telah mengglobal dengan jumlah pengikut 909.000 dan unggahan dengan tema ajakan menggunakan hak pilih dengan promo harga paket tertentu produk Jco setidaknya telah menarik minat calon pemilih dan calon pembeli yang teridentifikasi melalui lebih dari 20.000 likes dan lebih dari 1000 komentar pada unggahan yang pertama kali diunggah pada Rabu, 10 April 2019.

Media sosial sebagai ruang publik telah dimanfaatkan sebagai tempat komunikasi promosi produk dengan dipadukan pengkomunikasian isu terkini mengenai hak pilih. Komodifikasi pesan mengenai pentingnya menggunakan hak pilih dan komodifikasi khalayak dengan memanfaatkan jumlah pengikut pada masing-masing akun media sosial untuk menggunakan hak pilih dan memaksimalkan penjualan melalui mekanisme promosi yang dirancang, merupakan hal yang mencolok dalam konteks ini.

Dari pantauan penulis, sampai dengan tanggal 15 April 2019 pada media sosial Instagram telah terunggah keterangan sebanyak 3.402 unggahan dengan mencantumkan tanda pagar promopemilu (#promopemilu). Unggahan pun beragam mulai dari promo pakaian dan perlengkapan busana, promo menginap degan harga khusus di hotel sampai yang paling banyak yakni mengenai makanan dan minuman atau kuliner.

Makanan dan minuman adalah kebutuhan mendasar dari manusia. Hal tersebut juga membawa konsekuensi terus tumbuhnya bisnis makanan dan minuman khususunya di Indonesia yang menurut data Kementerian Perindustrian bisnis tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 9,23% di tahun 2017 dari tahun 2016 sebesar 8,46%. Masih merujuk data yang sama, industri makanan dan minuman menyumbang PDB non migas cukup besar yakni 34,33%. Pertumbuhan industri makanan dan minuman berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada umumnya.

Dari hal tersebut, maka tidak dimungkiri bahwa salah satu cara untuk menarik minat khalayak untuk menggunakan hak pilihnya dan berimplikasi pada peningkatan omzet penjualan yakni dengan memberikan apresiasi promo potongan harga makanan dan minuman kepada masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya hanya menunjukkan jari kelingking yang telah dicelupkan tinta ungu.

Dengan demikian melalui sinergi peran KPU, lembaga pemerintah terkait, media massa, selebritas dan pemanfaatan komunikasi promosi produk oleh sektor swasta melalui media sosial dalam ajakan menggunakan hak pilih diharapkan angka partisipasi pemilu 2019 lebih meningkat dan angka golput menurun, atau tidak ada golput.

Pius Apri Hantoro

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi
Universitas Atma Jaya Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here