Sekolah Lintas Iman Angkat Tema Agama dan Media dalam Studium Generale ke-10

0
405
Foto: Istimewa

Yogyakarta– Sekolah Lintas Iman lakukan Studium Generale ke-10. Agama dan Media sebagai alat politik diangkat menjadi tema utama.

Sekolah Lintas Iman (SLI) merupakan program kejasama dari 3 universitas beserta interfidei dan telah berlangsung 10 tahunan. Kegiatan ini menghadirkan Zuly Qodir selaku Dosen sosiologi politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Valentina Wiji selaku Kepala Sekretariat Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia.

Romo YB. Prasetyantha MSF, dalam sambutan nya menyampaikan bahwa pemilihan tema tahun ini dianggap sangat relavan karena Indonesia sedang masuk dalam tahun pemilu. Selain itu keprihatinan bahwa agama kerap kali digunakan untuk kepentingan politik praktis tertentu dan adanya dominasi media yang kerap kali salah digunakan.

Romo YB, Prasetyantha MSF juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyebarkan semangat toleransi dan keterbukaan lintas agama melalui pemimpin-pemimpin agamanya. Selain itu, kegiatan ini juga menantang anak muda untuk militan terhadap agama serta militan terhadap agama lain.

“Kita dalam Sekolah Lintas Iman ini membidik calon-calon pemimpin agama, mulai dari frater, romo, ustad, pendeta yang terbuka. Kita membuat jejaring untuk lintas iman supaya kita menyebarkan benih toleransi dan penerimaan terhadap perbedaan, terutama melalui tokoh-tokoh agama”, kata Romo YB, Prasetyantha MSF, Sabtu (23/2/2019).

Sementara itu Zuli Qodir dalam pemaparannya menyampaikan perlunya keterlibatan dari kaum muda untuk berpartisipasi aktif. Keterlibatan yang terorganisir sangat diperlukan untuk menjawab kesemerawutan yang terjadi saat ini.

“Kita perlu terlibat dalam hal-hal yang baik. Kalau kita tidak terlibat dalam hal yang baik-baik maka yang menang adalah orang jahat. Terlibat yang baik itu berarti teroganisir dengan baik karena menurut bahasa agama kalau kejahatan yang terorgansir dengan baik itu akan mengalahkan kebaikan yang terorganisir. Kalau anda tidak setuju dengan kejahatan maka anda harus mengorganisir kebaikan bersama-sama”, katanya di Universitas Kristen Duta Wacana Sabtu (23/2/2019).

Mahasiswa UIN, Armawan menyampaikan bahwa kegiatan Studium Generale kali ini sangat relevan dan menarik untuk dikuti di tengah suhu politik yang sangat panas ini.

“Penting untuk mengikuti kegiatan ini yang mana berisikan informasi seputaran hoaks dan ditengah informasi yang bom bastis, baik tentang isu agama atau dengan isu yang lain.  Fenomena ini merupakan tantangan yang perlu diwaspadai dan tidak bisa dianggap enteng”, katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here