Debat Capres 2019 menuai ragam tanggapan dari Mahasiswa

0
436
Foto : Istimewa

Debat Pilpres 2019 kedua telah selesai digelar pada Minggu malam (17/2/2019). Debat yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta Pusat tersebut membahas tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan infrastruktur. Debat kali ini merupakan rematch antara calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman berharap agar forum debat kedua ini menjadi ajang untuk beradu pendapat antarkandidat capres dan dapat menjadi sumber informasi bagi semua pemilih.

“KPU berharap rangkaian debat dapat memberikan informasi yang cukup bagi para pemilih untuk menentukan pilihannya pada 17 April 2019,” ujar Arief di Hotel Sultan, Minggu malam.

Debat Pilpres 2019 kedua ini merupakan ajang yang ditunggu-tunggu oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menimbang komitmen capres yang akan dipilihnya pada 17 April mendatang, tak terkecuali mahasiswa.

Mahasiswa Fisip Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Candrika Sihombing menilai bahwa debat Pilpres 2019 kedua ini lebih berwarna  dari debat sebelumnya. Hal ini dikarenakan argumentasi yang disampaikan oleh masing-masing capres lebih original.

“Kemarin kan ada kisi-kisi, dan semalam itu kan nggak, jadi kelihatan lebih original aja argumentasi-argumentasi yang disampaikan. Lebih keren lah pastinya” ujarnya

Dika juga menilai bahwa debat ini bisa berpengaruh terhadap pilihan seseorang pada 17 April mendatang.

“Argumenasi dan sanggahan-sanggahan tentang program yang  akan dilaksanakan kedepan ini bisa merubah pandangan pemilih akan capres yang didukungnya dan momentum ini sangat mempengaruhi pemilih dalam menentukan pilihannya” Ujarnya di Fisip Atma Jaya Yogyakarta, Senin pagi.

Sementara itu, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Bayu Fikri menilai bahwa debat kali ini biasa aja dan terkesan kurang menarik dan secara umum belum ada gagasan yang dapat mempengaruhi keputusan pemilih untuk memilih siapa nantinya.

“Debat kali ini biasa aja, terlalu retorika dan terkesan kurang menarik walaupun ada banyak fakta yang disampaikan tapi secara umum belum ada inti-inti yang bisa diambil untuk memutuskan milih siapa nantinya,” katanya di Fisip UGM, Senin siang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here