Jadikan Grup FB Aman, Sehat dan Menyenangkan

0
463
Sumber foto: technologue.id

Rabu yang lalu (7/11) Facebook Community Partnership Day diselenggarakan di Ruang Komunal Indonesia, Jakarta.

Dihadiri oleh rekan-rekan media, acara ini mendatangkan Renata Aryanti (Director of Engineering, Facebook), Minsun Choi (Program Manager, Community Partnership, Facebook Asia Pacific).

Mengundang pula 2 pimpinan komunitas di Indonesia yang menerima fellowship dari Facebook Community Leadership Program (FCLP) – Maureen Hittipeuw dari Single Moms Indonesia, dan Septi Peni Wulandani dari Institut Ibu Profesional.

Kedua komunitas ini berbagi visi dan kisah perjalanan mereka dalam memberdayakan perempuan dan bagaimana Facebook dapat membantu mereka membina hubungan antar anggota.

Melalui ajang ini pula, Facebook menunjukkan komitmennya untuk mendukung komunitas bertumbuh dan menciptakan dampak positif, melalui program pelatihan dan pendanaan.

Sebagai jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook memiliki misi untuk memberikan kemampuan kepada masyarakat untuk membangun komunitas serta menyatukan dunia menjadi lebih dekat – dan hal ini terjadi secara luar biasa melalui Groups.

Diungkap Renata Aryanti, lebih dari 1,4 miliar orang menggunakan Facebook Groups setiap bulannya, dan terdapat puluhan juta grup yang aktif. Di sisi lain, 1 dari 2 orang Indonesia merupakan anggota dari Facebook Group, dan 1,8 juta Facebook Group yang aktif dibuat oleh mereka yang tinggal di Indonesia.

Melihat kecenderungan ini, platform media sosial asuhan Mark Zuckerberg itu menawarkan tools (alat) untuk Admin dan Anggota. Bagi admin, ada fitur Group Announcements dan Subscription Pilot. Sedangkan untuk anggota, mereka akan mendapatkan fitur Get Togethers, Watch Party, dan chatting.

Agar aktifitas Group berjalan aman, Facebook punya cara jitu dalam mengatasi konten dan perilaku negatif. Salah satunya melalui Group Rules. Fasilitas ini membantu admin mengomunikasikan aturan secara efektif kepada para anggota.

Hal ini mencakup contoh aturan yang dapat digunakan admin, untuk membuat, mengedit, dan mengatur ulang hingga 10 aturan, dan membuat aturan tersebut terlihat oleh para anggota.

Ketika admin dan moderator menghapus postingan yang melanggar peraturan komunitas, mereka juga dapat memberitahu anggotanya tentang aturan mana yang telah dilanggar. Bagi member, ada juga tools berupa reporting konten dan news yang dianggap mengandung unsur negatif, seperti hate speech, hoax, atau pelecehan seksual.

“Kami ingin membuat communities aman, jadi ada admin tools dan member tools. Setiap orang bisa melaporkan konten yang diyakini melanggar Community Standards di Facebook,” kiata Renata. (Choiru)

Penulis: Choiru Rizkia
Artikel pernah dimuat Technologue.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here