Hari Penglihatan Sedunia dan SIGALIH

0
341
Sumber foto: Indianexpress.com

Mata adalah salah satu panca indera pada tubuh kita. Mata membuat kita dapat melihat berbagai objek tulisan, gambar dan lain-lain, berbagai penelitian telah menunjukan bahwa gangguan penglihatan dan kebutaan dapat berdampak buruk pada aktivitas dan kesehatan kita, sehingga menjaga kesehatan mata itu sangat penting.

Namun tidak menutup kemungkinan kita dapat mengalami gangguan penglihatan salah satu faktornya adalah bertambahnya usia. Menurut data WHO  4,25% atau 285 juta penduduk dunia mengalami gangguan penglihatan dengan rincian 14% atau 39 juta jiwa mengalami kebutaan, dan 86% atau 246 juta jiwa mengalami low vision (kurang awas) pada 2012.

Adapun di Indonesia, sekitar 3,5 juta orang mengalami kebutaan pada kedua belah mata dimana 50%-nya atau sekitar 1,5 juta orang mengalami kebutaan akibat katarak dan kebanyakan penderita katarak berusia minimal 45 tahun. Data WHO 2006, sekitar 13 juta dari 153 penderita refraksi adalah anak-anak berusia 5-15 tahun.

Hari penglihatan dunia yang diperingati setiap tahun pada hari kamis kedua bulan Oktober. Tujuan peringatan hari penglihatan dunia adalah untuk memusatkan perhatian masyarakat terhadap kebutaan dan gangguan penglihatan. Mungkin sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui mengenai hari peringatan ini, walau demikian seharusnya masyarakat sudah memahami apabila kesehatan itu sangat penting.

Walau kebiasaan yang kurang baik telah kita ketahui dampak negatifnya, namun sering kali kita masih menyepelekan atau kita kurang sadar bahaya yang mengancam kesehatan mata kita berujung penyesalan, kita datang ke dokter apabila telah sakit atau telah sakit parah.

Kebiasaan buruk pada kesehatan mata yang masih diterapkan dalam keseharian kita baik yang disengaja maupun tidak disengaja seperti, membaca di tempat yang gelap, membaca sambil tiduran. Atau pengaruh kemajuan teknologi kini pengaruh radiasi sinar laptop, komputer, atau smart phone yang membuat mata cepat lelah dan perih.

SIGALIH (Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional) adalah inovasi pencatatan dan pelaporan skirining. Sistem ini berbasis web atau android. yang diluncurkan oleh Kementrian Kesehatan untuk pasien gangguan penglihatan. Sistem ini mendeteksi dini mata, khususnya di Pos Pembinaan Terpadu (posbindu).

Di era yang serba digital saat ini, pemanfaatan internet jelas dapat memudahkan dalam pelayanan terhadap masyarakat atau pasien, sehingga pelayanannya menjadi lebih cepat dan tepat. Jadi saat seseorang yang telah terdeteksi suatu gangguan penglihatan akan langsung terdata dan segera ditindak lanjuti untuk pengobatan selanjutnya.

Semoga di hari penglihatan sedunia ini kita semakin sadar, bahwa menjaga kesehatan mata itu penting. Tidak hanya sekedar momentum ceremonial saja. SIGALIH sebagai upaya mengurangi gangguan penglihatan diharapkan dapat digunakan menyeluruh di setiap posbindu di Indonesia, agar pemanfaatannya tidak terpusat pada daerah padat penduduk saja tetapi juga daerah lain di Indonesia.

Kesadaran diri sendiri terhadap kesehatan mata juga dibutuhkan dengan senantiasa menjaga dan merawat dan tidak melakukan kebiasaan buruk yang berdampak negatif terhadap kesehatan mata. Peran orangtua terhadap anaknya juga perlu dengan mengedukasi kebiasaan mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi kesehatan mata.

Anniza Tasya Sukasno
Mhs Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here