Festival Hari Santri Nasional UNU Jogja Berlangsung Meriah

1
452
Sumber: Humas UNU Yogyakarta

Hari Santri Nasional (HSN) merupakan momen istimewa bagi santri di seluruh pelosok negeri. HSN ibarat hari raya khusus bagi para santri. Karena itulah, saat HSN tiba, para santri akan berduka cita menyambutnya. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta sebagai kampus yang mendaulatkan diri sebagai kampus santri juga tidak mau ketinggalan dalam peringatan HSN.

Sejak beberapa bulan yang lalu, Senat Mahasiswa (Sema) UNU Yogyakarta telah mempersiapkan peringatan HSN bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa lainnya di UNU Yogyakarta.  Bersama seluruh organ intra yang tergabung dalam Keluarga Besar Lembaga Mahasiswa (KBLM) UNU Yogyakarta, mengkonsep acara dengan matang agar dapat berjalan dengan lancar dan meriah.

“Setelah melakukan persiapan dan melalui rapat koordinasi berulangkali, terselenggaralah acara peringatan HSN oleh KBLM UNU Yogyakarta pada 21 Oktober 2018,” demikian disampaikan Ahmad Sukhriyanto, Ketua Sema UNU Yogyakarta.

“Kampus UNU Jogja adalah kampus santri. Selain karena UNU Jogja memiliki pesantren, mayoritas mahasiswa di sini adalah santri. Karena itu kami berusaha menyambut hari santri ini agar meriah,” kata Sukri menjelaskan.

Dr Hilmy Muhammad MA, sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan yang menghadiri acara Festival Hari Santri Nasional itu, menyampaikan sangat bangga terhadap KBLM UNU Jogja yang telah berhasil dalam penyelenggaran HSN tahun 2018 ini.

Acara HSN itu berlangsung sejak pagi dengan acara perdana berupa dialog publik. Dalam dialog tersebut diangkat tema berupa, “Resolusi Jihad Sebagai Spirit Perubahan.” Adapun pemantik dalam acara tersebut adalah Gus Muhammad Mustahfid, pengasuh salah satu pondok pesantren di Mlangi, Yogyakarta.

Dosen yang pada masa menjadi mahasiswa dikenal sebagai aktivis itu, memaparkan tentang Resolusi Jihad kepada peserta dialog publik. Gus Tahfid membakar semangat para peserta dengan memberikan pemahaman terkait hakikat resolusi jihad dikaitkan dengan peran santri. Acara Dialog Publik itu berlangsung dari pukul 08.00 – 11.00 WIB.

Selain dialog publik, dalam rangkaian acara Festival HSN KBLM UNU Jogja, juga diselenggarakan Mujahadah dilanjutkan dengan panggung budaya. Acara tersebut berlangsung dari pukul 18.00 – 22.00 WIB. Acara mujahadah dipimpin langsung oleh Gus Hilmy dengan pembacaan dzikir dan doa yang berlangsung dengan penuh khidmat.

Adapun acara panggung budaya menampilkan hiburan dari masing-masing Himpunan Mahasiswa di UNU Jogja. Hiburan yang dimaksud berupa pementasan teatrikal, musikalisasi puisi, tari dan lain lain. Acara panggung budaya berlangsung seru dan meriah. Banyak mahasiswa dan mahasiswi UNU Jogja yang mengunggah penampilan teman-temannya dalam panggung budaya tersebut di akun media sosialnya, sebagai tanda apresiasi terhadap acara tersebut.

Supriyadi

mahasiswa UNU Yogyakarta

 

1 KOMENTAR

  1. UNU sebagai kampus kaderisasi NU dan menyatakan diri sebagai berbasis pesantren harus lebih memperjuangkan sejarah dahulu kala.
    Bukan cuma menjadi penikmat sejarah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here