Pelajaran Di Balik Kematian Jamal Khashoggi

0
325
Sumber foto: europoster.eu

Berita kematian Jamal Khashoggi menjadi headline di berbagai media sosial, baik dalam maupun luar negeri dalam beberapa hari terakhir. Lantas siapa Jamal Khashoggi dan mengapa berita kematiannya menjadi sorotan dunia international?

Jamal Khashoggi (Foto: Istagram/@jkhashoggi)

Dilansir dari The Gurdian (9/10) Jamal Khashoggi (59) adalah salah satu jurnalis dan komentator paling terkemuka di dunia Arab. Dia adalah seorang pengkritik yang terang-terangan dari Arab Saudi yang berani menentang Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto kerajaan.

Sebelumnya, Khashoggi memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Saudi, termasuk pernah menjabat sebagai pembantu media bagi Pangeran Turki al-Faisal, ketika yang terakhir adalah Direktur Jenderal Badan Intelijen Saudi. Dia juga mantan editor surat kabar Saudi al-Watan dan telah bekerja dengan Pangeran Alwaleed bin Talal, seorang cucu dari Raja Saudi pertama. Ia pun menulis kolom untuk The Washington Post dan The Guardian.
Dilansir dari Kumparan.com (20/10), Khashoggi dinyatakan menghilang sesaat setelah berkunjung ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki untuk mengurusi dokumen pernikahannya dengan Hatice Cengiz, Mahaiswa PhD asal Turki.

Sebelumnya pada Rabu (3/10), otoritas Arab Saudi menyangkal berita kematian Jamal Khashoggi, dengan mengeluarkan sebuah rilis resmi yang menyatakan Khashoggi hilang. “Khashoggi mengunjungi konsulat untuk meminta dokumen perkawinan dan segera keluar dari gedung (konsulat),” tulis pernyataan tersebut.

Akhirnya, Jumat (19/10) pemerintah Arab Saudi mengakui Khashoggi tewas. Dalam rilis resminya, Khashoggi tewas akibat perkelahian yang terjadi di Gedung Konsulat Istanbul, Turki. “Investigasi masih berlangsung, dan 18 warga Saudi telah ditangkap,” kata pejabat Arab Saudi.

Selain itu, rilis tersebut berisi pemecatan Wakil dua pejabat,penasihat Istana Kerajaan Saudi Saud al-Qahtani, dan Wakil Kepala Intelijen Ahmed Asiri.
Kematian jurnalis Jamal Khashoggi menjadi peringatan bahwa kebebasan pers masih terus dipertanyakan. Kebebasan pers tidak hanya sebatas perlindungan hukum kepada lembaga media dan mekanisme penyebarannnya, tetapi juga kepada para pekerja di dalamnya untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Kebebasan pers sesungguhnya dapat membuat roda pemerintahan menjadi lebih baik, melahirkan sistem yang tepat dan membangun masyarakat yang cerdas. Dengan adanya kebebasan pers, masyarakat dapat mengetahui berbagai peristiwa, berbagai kejadian dan berbagai keputusan termasuk berbagai hal yang dikerjakan oleh pemerintah.

Selain itu, kebebasan pers membuat adanya keseimbangan antara hak dan tanggung jawab pemerintah hingga sebagai alat untuk mengontrol kinerja pemerintahnya. Dengan kata lain, kebebasan pers menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan pemerintahan yang bijaksana dan ramah kepada masyarakatnya.

Kematian Khashoggi menjadi keprihatian bagi kita semua, tidak hanya karena menunjukan bahwa profesi seorang jurnalis memiliki resiko yang besar tetapi juga menunjukan adanya tindakan semena-mena terhadap manusia lainnya. Padahal manusia diciptakan untuk saling melengkapi, saling melindungi dan saling mencintai.

Kekritisan, kepekaan dan tindakan professionalnya dalam menjalankan tugas sebagai seorang jurnalis harus membuatnya dikenang sebagai pejuang kebebasan pers. Pejuang yang cinta akan negara dan roda pemerintahnnya.

Semoga kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi segera menemukan titik terang, tidak seperti kasus kematian Jurnalis Udin yang tidak terungkap hingga kini.

Rian Antony
Mahasiswa FISIP UAJY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here