Polemik Ratna Sarumpaet

0
476
Sumber foto: detik.com

Akhir-akhir ini nama Ratna Sarumpaet banyak diperbincangkan mulai dari media elektronik sampai dengan media cetak. Menimbulkan banyak kontroversi di kalangan media online dengan beredarnya foto wajah Ratna yang bengkak, dan pengakuannya yang menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal saat ia berada di salah satu bandara daerah Bandung. Saat berita tersebut beredar banyak politisi, seniman dan aktivis serta masyarakat yang ikut berduka atas pengkeroyokan yang ia alami. Bahkan kepolisian Bandung yang belum mendapatkan laporan dari pihak Ratna sudah mulai menyelidiki kasus tersebut dikarenakan wilayah tugasnya berada di daerah bandara tersebut. Ratna mengatakan bahwa kasus yang ia alami tidak akan ia laporkan ke pihak kepolisian karena ia menganggap kasus tersebut sebagai musibah. Hal tersebut memberikan banyak tanggapan yang membuat public memiliki opini yang berbeda tentang dirinya. Karena ia dikenal oleh public sebagai warga negara yang taat akan hukum, tetapi ketika ia terkena pengeroyokan tersebut ia seperti tidak mengenal hukum.

Ratna Sarumpaet merupakan aktivis kemanusian yang dikenal kontroversional karena berani mengkritisi kebijakan pemerintahan Joko Widodo.  Kritikan yang pedas dan blak-blakan sering menjadi sorotan public. Kritikan bukan hanya dilontarkan kepada orang nomer satu di Indonesia tersebut, tetapi juga kebanyak kalangan pemerintahan yang menurutnya sangat merugikan negara dan rakyat. Seperti halnya sasaran kritikan pedas Ratna pernah ia lontarkan kepada Kyai Ma’ruf Amin, Sandiaga Uno, dan Abu Janda. Ratna memberikan kritikan pedas ke mereka secara blak-blakan melalui media sosial miliknya maupun melalui wawancara langsung dengan media cetak maupun media elektronik.

 Saat ini ia bergabung dalam tim kampanye pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor 2. Kasus yang ia alami mendapatkan sorotan sampai dengan media internasional. Sehingga, menjadi pemberitaan hot news. Pada awal Oktober ia membuat pernyataan di hadapan public bahwa pernyataan yang ia buat tentang pengkeroyokan itu adalah rekayasa yang ia buat sendiri. Sehingga public pun membuat banyak meme tentang foto wajah dirinya yang ia posting di media sosial pada pertengahan September yang katanya ia menjadi korban pengeroyokan. Dan netizen pun menghubungkan dengan kasus-kasus hoax sebelumnya seperti kasus Setya Novanto dan Young Lex. Banyak meme yang beredar bahwa mereka bertiga merupakan keluarga hoax Indonesia. Hal tersebut memberikan response yang negatif kepada Ratna mengenai pemberitaan hoax yang ia buat sendiri. Berikut ini rekam jejak Ratna dari muda sampai saat ini :

Ratna Sarumpaet merupakan sutradara, penulis, seniman dan aktivis kemanusiaan. Ratna memulai karirnya dalam dunia teater Indonesia beriringan dengan ia menulis novel dan di sisi lain ia menulis  naskah drama yang akan ia pentaskan di berbagai kota di Indonesia serta kegiatan aktivis kemanusiaan lainnya. Ratna merupakan sutradara film yang ia tulis sendiri naskahnya sehingga film yang ia garap menjadi film box office di beberapa kota bahkan mendapatkan perhatian dari negara lain.

Ia merupakan aktivis kemanusian yang dikenal oleh kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah. Salah satu bentuk nyata dengan mendirikan Ratna Sarumpaet Crisis Centre (RSCC). Di mana organisasi tersebut siap membantu mereka yang membutuhkan keadilan dan siap menolong siapapun yang membutuhkan. Karena ia benar-benar memperjuangakan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam lingkup kekerasan dalam rumah tangga, kelaparan, korupsi, bencana alam dan lain-lain. Sehingga ia sangat diperhatikan oleh aktivis kemanusiaan lainnya dan membuka peluang bagi aktivis kemanusiaan lainnya untuk ikut bergabung dalam organisasi tersebut.

Ia adalah perempuan tegas dan berani berbicara secara kritis terhadap pemerintah jika pemerintah bekerja tidak sesuai dengan job desk yang ada. Sehingga, pada saat Ratna dan teman-teman aktivis lainnya sedang melaksanakan pertemuan ia pernah dianggap melakukan makar dan ia beserta teman-teman aktivisnya ditangkap dan dikurung beberapa minggu oleh pihak kepolisian pada saat itu. Karena ketika pertemuan tersebut berlangsung, peraturan pemerintah melarang adanya perkumpulan 5 orang atau lebih menanggapi dan meminimalisir polemik politik yang semakin memanas.

Ratna Sarumpaet memberikan pembelajaran kepada kita bahwasanya setiap manusia memiliki masa keemasan tersendiri. Apalagi sebagai public figure harus benar-benar bisa menjaga dan membentuk attitude yang baik di kalangan masyarakat. Karena sebagai public figure mereka mendapatkan space tersendiri di kalangan masyarakat. Begitu pula kita sebagai masyarakat atau individu yang awam akan dunia public figure kita sebaiknya pandai-pandai memilah dan memilih akan informasi yang ada. Sehingga kita dapat dikatakana sebagai masyarakat atau individu yang cerdas dan tidak mudah menerima serta menyebarkan berita-berita hoax yang dapat merugikan diri sendiri mapun orang lain. Setiap kebohongan yang kita buat akan melahirkan kebohongan-kebohongan selanjutnya untuk menutup kebohongan sebelumnya. Sehingga kebohongan atau hoax dapat dikatakan tidak ada keuntungan bagi diri sendiri dan orang lain melainkan sebaliknya.

 

Khoirin Nisai Shalihati
Mahasiswi S2

Kajian Komunikasi dan Masyarakat Islam,
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here