Barongan Blora Hebohkan Penonton di Hari Santri Nasional

0
397
Foto: Kamaba

Barongan Blora yang tergabung dalam grup kesenian Mustika Amarta milik Keluarga Mahasiswa Blora (KAMABA) Yogyakarta turut meriahkan Festival Santri Nusantara dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di Lapangan Ali Maksum Komplek Ponpes Krapyak, Jumat (12/10).

Penampilan Barongan Blora pada malam puncak HSN dikemas dalam bentuk teater yang disutradarai oleh Mathori Brilly. Pada kesempatan ini Barongan Blora Mustika Amarta berkolaborasi dengan beberapa komunitas di Jogja seperti Sanggar Nuun, Silat NU Pagar Nusa, Sanggar LARe Ndesa, dan Kebun Makna Picture menyajikan teater dengan judul Heal The World (Do’a, Cinta Yang Tumbuh).

“Sesuai dengan tema ‘Merawat Tradisi, Menjaga Indonesia’ pada Hari Santri Nasional 2018 di Jogja ini hadirnya kelima komunitas tersebut dapat mengekspresikan perdamaian dan menumbuhkan cinta pada masing-masing diri lewat seni,” ungkap Brilly.

Mathori Brilyan mengatakan pula bahwa, adapun kelima kelompok atau komunitas tersebut berkolaborasi mengekspresikan seni teater yang disajikan oleh Silat Pagar Nusa merupakan produk kebudayaan yang lahir dari kegelisahan pada pertemuan antara KH. Mustofa Bisri dan KH. Suharbillah untuk membentuk sebuah wadah pencak silat di pondok pesantren yang bernaung di bawah Jami’ah Nahdhatul ‘Ulama.

Sedangkan Mustika Amarta lahir dari keluarga Mahasiswa Blora dengan niat tulus menjaga kesenian tradisi dari tanah kelahirannya yaitu kesenian rakyat Barongan. Sanggar Nuun Yogyakarta sebagai wadah untuk mendialogkan kembali idealisme kebudayaan global berdasarkan sufistifikasi Islam.

Kebun Makna Picture dan Sanggar LARe Ndesa merupakan sebuah kelompok kreatif yang lahir pada zaman millenial dengan meletakkan niat menjaga wujud kesenian sebagai proses menuju keseimbangan kemanusiaan, mengayomi nilai-nilai lokal yang dapat menempatkan seni sebagai aktivitas kebaikan bagi masyarakat.

“Tadi ya, ku lihat sih antusias penonton pada excited banget. Banyak yang mengabadikan momen penampilan Barongan Blora saat tampil. Lagi-lagi Barongan Blora bener-bener bisa buat kagum penontonnya. Apalagi pas acara sudah selesai, banyak penonton sing jaluk foto dan tanya-tanya seputar Barongan Blora. Bangga banget, berasa mission completed,” uljar Fahmi Fajrul Ghalib selaku Koordinator Barongan Mustika Amarta.

Nike Nurjannah selaku Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Blora (KAMABA) Yogyakarta menambahkan bahwa sudah menjadi keharusan bagi kaum muda untuk cinta budaya sendiri. Budaya tidak boleh hilang karena ia bagian dari sejarah. Dan kata Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah. (Ifan)

Ifan afandi, matematika, UIN

Media Center KAMABA Yogyakarta

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here