Tim Kominfo dan Swarakampus.com Bahas Pelatihan Literasi Media

0
476
Foto: Swarakampus.com

 

Bertempat di Sahid Jogja, Tim kerja Kementerian Kominfo bertemu dengan Tim Swara Kampus Dotcom (17/09). Dalam pertemuan yang belangsung akrab tersebut dibahas persiapan program Pelatihan Literasi Media Sosial yang bakal digelar oleh Swara Kampus Online bekerja sama dengan Prodi Komunikasi Pasca Sarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Dalam pelatihan yang didukung oleh Kementerian Kominfo tersebut akan diselenggarakan pada Jumat – Sabtu, 21 – 22 September 2018 yang akan datang bertempat di Ruang Danunegaran Hotel Neo Awana Yogyakarta.

Hariadi Agung Sudrajat menyampaikan bahwa Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik cq Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Kominfo bakal mendukung program dimaksud. Dalam acara yang bakal digelar tersebut, akan menyampaikan materi-materi yang berkaitan dengan literasi media sosial.

Sebagaimana diketahui mahasiswa adalah elemen sangat strategis dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Mereka adalah calon intelektual, kekuatan moral, dan lapis sosial yang akan menerima estafet kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang.

Namun demikian, kondisi mereka secara ideologis saat ini sangat memprihatinkan. Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan menginformasikan, sebanyak 39 persen mahasiswa di Indonesia sudah terpapar paham radikal. Kepala BIN menyampaikan ini saat mengisi ceramah umum di Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Sabtu (28/4/2018). Budi memaparkan angka tersebut didapat dari hasil penelitian BIN tahun 2017.

Dari temuan itu BIN melihat bahwa lingkungan kampus adalah target kelompok radikal untuk mengekspansi ide dan ideologi calon-calon teroris yang baru. “Hasil survei BIN tahun 2017 menyebutkan 39 persen mahasiswa telah terpapar gerakan radikal, ada 15 provinsi yang kini menjadi perhatian kami dan terus kami amati pergerakannya,” ungkapnya, seperti dikutip Tribunnews.com

Hasil penyidikan BIN mengungkapkan, aksi teror semakin menegaskan kampus tempat tumbuh dan berkembang paham radikal yang kemudian menumbuhkan bibit teroris baru. Kepala BIN mencontohkan, “Bahrun Naim adalah pemuda yang mulai melibatkan diri dengan kegiatan radikal saat kuliah di Universitas Sebelas Maret Surakarta,” ungkapnya.

Oleh karenanya, digagas sebuah kegiatan pelatihan mendatang ini yang bertujuan memberikan kesadaran kepada mahasiswa, untuk dapat lebih kritis, cerdas dan arif. Misalnya, dalam meng-up load tulisan/berita di media sosial/media mainstream, agar berbasis akurasi data dan fakta, jelas nara sumbernya, berpijak pada etika keberimbangan, cover both side, etika berbahasa, menjauhkan diri dari angel-angel tulisan yang berbau rasis, diskriminatif, fitnah dan adu domba.

Membuat tulisan opini dengan topik sekitar pentingnya kohesivitas sosial, keberagaman, persatuan, kegotong-royongan, dengan pendekatan yang argumentatif, rasional, berbasis data dan fakta. Menyusun analisis berita dengan kecerdasan memilih berita/isu dari media yang kredibel, dapat dipertanggungjawabkan rekam jejaknya, non partisan. Selain itu, cermat dan kritis menganalisis isu yang sedang menjadi trending topic.

Christie
Alumni Fisipol HI UGM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here