Ajak Melawan “Thanos”, Jokowi Banjir Pujian Netizen

0
478
Sumber foto: breakingnews.co.id

Di hadapan sejumlah pemimpin negara yang hadir pada World Economic Forum on ASEAN di Hanoi (13/9), Jokowi menyampaikan pidatonya. Ia mengatakan bahwa kondisi perekonomian dunia saat ini digambarkan seperti dalam film Avengers: Infinity War.

“Perang yang tak terbatas. Sosok bernama Thanos mengancam memusnahkan setengah populasi bumi, karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas,” ucap Jokowi. Akan tetapi, menurutnya, Thanos keliru. Pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas.

“Perkembangan teknologi misalnya, telah menghasilkan peningkatan efisiensi, memberi kita kemampuan untuk memperbanyak sumber daya kita lebih dari sebelumnya. Ekonomi kita sekarang lebih ringan dalam hal berat dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar musik, buku, surat kabar, dan majalah telah tergantikan oleh ringannya ponsel pintar dan tablet.”

Jokowi mencontoh lagi, bagaimana pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang besar dan berat, sudah mulai diganti oleh panel surya yang tipis dan ringan. Menurutnya, sudah saatnya peningkatan ekonomi didorong bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia yang tidak terbatas. (Sumber: fb Presiden Joko Widodo).

Jokowi mengatakan sejak ‘The Great Depression’ pada tahun 1930, telah terjadi perang dagang, dan kemudian mengarah ke ‘infinity war’.

“Tapi yakinlah, saya dan teman-teman ‘Avengers’ bersiap untuk mencegah Thanos dari musnahnya setengah populasi dunia,” tegasnya lagi. Jokowi pun menjelaskan bahwa sosok Thanos bukanlah seorang individu atau tokoh.

“Sosok Thanos sebenarnya ada di dalam diri kita semua, Thanos adalah sebuah kepercayaan yang salah tentang anggapan bahwa demi kesuksesan maka yang lain harus kalah. Thanos adalah kekeliruan konsep bahwa untuk bangkit harus menurunkan yang lain,” kata Jokowi

Jokowi juga menegaskan bahwa Ekonomi bukan tentang ‘zero sum game of winners and losers’ permainan tentang menang dan kalah, tapi sebenarnya negara bisa melakukan aktivitas perdagangan dan berkelimpahan bersama.

Jokowi juga menambahkan bahwa Infinity War bukan hanya tentang perang dagang, melainkan juga tentang kita semua kembali belajar kepada sejarah, melalui kreativitas, energi, kolaborasi dan kemitraan.

Sehingga manusia dapat menikmati kelimpahan dan kita bisa menghasilkan bukan perang tak terbatas ‘infinity war’ melainkan sumber tak terbatas ‘infinite resources’, demikian ungkapnya.

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com Kamis (9/8) perekonomian global sedang bergejolak akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Kementrian China memutuskan pengenaan bea masuk sebesar 25% uuntuk produk Amerika Serikat yang bernilai 16 miliar dolar AS.

Lalu Kantor Perwakilan Perdagangan AS membalas dengan daftar barang-barang China yang akan dikenai tarif senilai 16 miliar dolar AS, sehingga China dikenai bea impor oleh Amerika sebesar 50 miliar dolar AS.

Akibat perang dagang antar kedua negara adi daya ini berimbas negatif kepada negara-negara berkembang. Di tingkat global, perang dagang ini pun dapat memicu pelemahan ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi dunia hingga 0,8 persen, jauh dari target International Monetary Fund (IMF) sebesar 3,9 persen.

Pengaruh terhadap perekonomian Indonesia sendiri sebenarnya tidak terlalu besar, bahkan mungkin tidak berefek langsung. Meskipun ada, hanya mengkontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,1 persen saja.

Namun demikian, banyak pengamat ekonomi yang menyarankan agar situasi seperti ini tidak boleh berlarut. Untuk itu, mereka menyarankan pemerintah agar mencari partner perdagangan dengan negara lain. Inilah yang tengah digalang pemerintah melalui kesertaannya dalam forum WEF di Hanoi.

Guna menggugah semangat kebersamaan negara-negara berkembang yang berpotensi terkena dampak perang dagang AS-China, Presiden Jokowi dengan jitu menggunakan ilustrasi film The Avenger: Internity War. Jokowi menyerukan kebangkitan kolaborasi dan kreativitas antar bangsa.

Warga dunia tercengang, terutama di linimasa setelah pidato soal Melawan Thanos ini rilis di dunia maya. Banyak netizen luar negeri yang kagum akan pemikiran dan ide kreatif Jokowi dan berharap presiden merekapun mau belajar setidaknya sama dengan sikap Jokowi. Berikut beberapa komen mereka.

@Reed Scott: Can’t he be our president here in america…

@Ashley Miller: I love this guy so much ❤️ we need far more people in this world like him.

@Chris VonderBorch: A real stateman!! The world badly needs such men and women!! I just hope that politics in Australia will learn a lesson from Joko!!

@Meng Ger: I just hope our President could learn from Pres Wisodo’s vision, instead of looking the other way around.

@Pat Chun Taite: It is good to hear a political leader say publicly. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here