Ableh dan Qoyyum Siap Ekspedisi ke Gunung Kilimanjaro

0
310
Sumber foto: Jabarekspres.com

Entah apa yang ada di dalam pikiran Ableh dan Qoyyum. Sebagai mahasiswa pecinta alam yang menyukai pendakian, puncak-puncak gunung nusantara sudah menjadi perjalanan rutin mereka. Tapi kali ini mereka akan mendaki gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro.

Telkom University (Tel-U) melepas dua mahasiswa yang akan melakukan pendakian ke gunung Kilimanjaro, Afrika. Acara pelepasan digelar di Gedung Bangkit Tel-U, Senin lalu (6/8). Kedua mahasiswa tersebut adalah Adhitia Rachman (Ableh) dan Qoyyum Muhamad (Qoyyum).

Mereka tergabung dalam tim ASTACALA Tel-U International Expeditions 2018 (ATEX 2018). Yoga Sukma Mahendra, ketua ekspedisi menjelaskan, ekspedisi gunung es ini merupakan mimpi ASTACALA sejak berdiri di tahun 1992. Terlebih gunung ini adalah gunung keempat tertinggi di dunia.

“Telah sepuluh bulan, ATEX 2018 mempersiapkan ekspedisi ini dengan serius mulai dari latihan rutin, simulasi pendakian, pengumpulan data, dan tentunya pendanaan. Semoga ekspedisi ini berjalan sesuai rencana dan menjadi inspirasi bagi pemuda Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa,” terang Yoga.

Rencananya ekspedisi di Gunung Kilimanjaro menghabiskan waktu 10 hari. Selama di sana keduanya akan didampingi oleh Jefri Hasibuan, perwakilan dari Telkom University.

Keduanya akan berangkat pada tanggal 09 Agustus 2018 dan diperkirakan mencapai puncak pada 14 Agustus 2018. Ada sejumlah misi yang bakal mereka lakukan di puncak gunung tertinggi Afrika tersebut, yaitu membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI dan bermain “karinding” alat musik Jawa Barat.

Kedua hal tersebut mereka lakukan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia dan mengenalkan budaya Indonesia khususnya Jawa Barat. Apa yang mereka lakukan juga akan memecahkan rekor MURI sebagai pembacaan teks proklamasi dan bermain alat musik Jawa Barat di lokasi tertinggi dengan ketinggian 5.895 Mdpl.

Menurut Yoga lagi, selama pendakian mereka akan menggunakan jalur Marangu yang memiliki tantangan tersendiri. Jalur ini merupakan jalur terpanjang di Gunung Kilimanjaro, sehingga waktu untuk mencapai puncak lebih lama.

Selain membawa misi membacakan proklamasi dan memainkan alat musik tradisional Jawa Barat, mereka juga akan melakukan riset mengenai tata kelola Taman Nasional Kilimanjaro. Riset ini sebagai perbandingan untuk taman nasional di Indonesia agar menjadi lebih baik.

Kegiatan pelepasan ekpedisi ATEX 2018 dihadiri oleh jajaran rektorat dan sejumlah civitas akademika Tel-U, perwakilan sponsor ekspedisi, dan kelompok mahasiswa pencinta alam dari berbagai universitas di Bandung Raya. Dalam pelepasan ini Dr.Ir. Rina Pudji Astuti, MT, Wakil Rektor 4 Telkom University Bidang Kemahasiswaan menyerahkan bendera Tel-U kepada dua mahasiswa diikuti dengan pemukulan gong. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here