Realita Pola Pikir Pendidikan di Indonesia

0
437
Foto: Pexels.com

Pendidikan merupakan sebuah program yang ada di Indonesia. Pendidikan digunakan untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia. Ada apa dengan pendidikan? Bagaimana pendidikan yang sebenarnya terjadi di Indonesia? Sebagai warga negara yang baik, kita tidak boleh hanya mengetahui sebatas pendidikan itu kewajiban yang harus dilakukan dimulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan atas yang dikarenakan pendidikan di Indonesia gratis, semuanya di subsidi dari pemerintah.

Sebagai warga negara, kita juga harus mengetahui kenyataan pendidikan yang ada di Indonesia, bukalah mata, kuping, dan hati kalian. Kalian akan terkejut akan pendidikan yang sekarang terjadi di Indonesia. Tidak usah jauh-jauh untuk melihat kondisi pendidikan saat ini, kita lihat saja pendidikan yang ada di sekitar. Apakah kalian tak pernah melihat teman-teman kalian yang bertempat tinggal di desa perbatasan atau di desa yang jauh dari hiruk pikuk kota besar? Bagaimana keadaan pendidikan mereka? Apakah sama seperti nasib kita yang bersekolah di perkotaan?

Tentu saja tidak, pastinya banyak perbedaan dan perbedaan itu sangat besar. Apakah kita hanya akan diam saja melihat hal itu? Perlu adanya gerakan perubahan agar hak sebagai warga negara Indonesia yaitu mendapatkan pendidikan yang setara dapat berjalan. Adanya persamaan mendapatkan ilmu tanpa memandang status sosial, ekonomi, keluarga, adat dan lain-lain yang tak terdefinisikan.

Mengapa harus menderita di era digital yang berkembang pesat? Semua serba mudah, tinggal kita pilih kemudian kita klik. Tetapi, mengapa nasib saudara kita disana masih terisolasi? Untuk mendapatkan hak yang sama setiap warga negara harus bersusah-susah payah. Kita seharusnya menyadari, tidak hanya orang perkotaan saja yang hidup di wilayah Indonesia, mereka nan jauh di sana juga hidup di wilayah Indonesia. Papua, kalimantan, sulawesi, lombok, NTT, NTB, dan banyak pula-pulau kecil yang hidup di wilayah Indonesia.

Banyak sekali nasib warga Indonesia yang hidup di wilayah Indonesia tak mendapatkan hak mereka selayak dan sepantasnya. Mereka berkali-kali menyuarakan suara mereka, namun sampai saat ini perubahan itu belum ada, bukan tidak ada tetapi belum ada. Bukankah sebagai generasi masa depan sepatutnya membuat gerakan perubahan? Tidak hanya belajar mengikuti alur yang sudah di atur. Bukankah kita manusia mempunyai otak untuk berpikir?

Kalau kita saja hanya ikut-ikutan, mau bagaimana nasib saudara kita di sana yang tidak tahu mau berbuat apa. Kita bukan robot yang dapat diatur jika diminta lurus kita harus lurus, jika diminta belok kanan kita ikut belok kanan. Generasi muda merupakan kebanggaan bangsa dari sekarang sampai masa depan, sepantasnya kita bertindak untuk perubahan yang lebih baik, bukan malah memperburuk keadaan.

Tidak hanya cukup berbicara saja, tetapi buktikan. Buktikan jika apa yang dilakukan demi kepentingan orang banyak. Tidak harus langsung kita pergi ke daerah yang jauh-jauh, cukup mulai dari lingkungan sekitar kita. Jika rumah kita saja belum baik, mengapa harus memperbaiki rumah lain terlebih dahulu? kuatkan dulu pondasi pada diri kita, maka untuk menumbuhkan pondasi pada diri orang lain akan lebih mudah.

Pendidikan yang merata, tak hanya uang saja yang dipikirkan. Sumber daya guru pun harus dipikirkan, bagaimana memperbaiki kebobrokan-kebobrokan guru yang ada. Bukan guru yang sudah mengajar selama 30 tahun yang mempunyai pengalaman lebih, tetapi guru yang mampu membuat pengalaman yang berbeda dalam mengajar. Sarana dan prasarana dapat saling melengkapi sambil pelaksanaan pendidikan, karena sarana dan prasarana tidak bisa langsung turun sekejab dari langit.

Bukan pendidikan yang salah, namun sistem dalam pendidikan itu yang harus diperbaiki. Bukan pejabat pemerintah saja yang harus diperbaiki, tetapi pola pikir masyarakat juga harus diubah. Ubahlah mulai dari diri sendiri, tidak usah hiraukan pemikiran orang lain, jika yang kalian pikirkan itu baik untuk kepentingan orang banyak.

Isnaeni Uswatun Hasannah

Mhs Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Sebelas Maret, Surakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here