Slank Gelar Konser Indonesia Damai di UGM

0
456
Sumber foto: Humas UGM

Slank mengunjungi Yogyakarta. Kedatangan mereka bukan dalam rangka berwisata. Namun, persiapan untuk menggelar konser Pancasila bertajuk “Indonesia Damai #PancasilaRumahKita” di Lapangan GSP UGM pada Jumat (1/6). Konser memang dalam menyambut Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni.

“Kami sangat antusias menggelar konser di UGM Yogyakarta. Semoga acara Hari Lahir Pancasila menjadi momentum bagi kita untuk kembali utuh,” ujar Bimbim. Drumer Slank ini mengaku prihatin dengan insiden intoleransi di Indonesia akhir-akhir ini, seperti kejadian di Surabaya, “Semoga kehadiran kami yang turun gunung ini, mampu mengabarkan perdamaian,” harapnya.

Bimbim juga mengkritis warga Indonesia sudah banyak yang meninggalkan ajaran Pancasila. Banyak warga yang tidak mengamalkan Pancasila. Padahal Pancasila merupakan pedoman kehidupan untuk maju, sejahtera dan damai, “Kami prihatin, (lambang) Pancasila hanya menjadi gantungan di tembok-tembok rumah tanpa diamalkan,” ujarnya.

Sementara Prof Sutaryo, guru besar UGM dan pakar Pancasila mengatakan,     “Belajar dan menyatakan Pancasila tidak harus dengan kongres. Slank bisa mewakili Kepancasilaan dan masih bisa diterima semua kalangan,” ungkap Prof Taryo, sapaannya.

Sutaryo menegaskan lagu-lagu Slank bisa diterima oleh banyak kalangan. Karya-karyanya mengandung nilai, ada ilmu, ada rasa dan ada karsa. “Itu bentuk dari ajaran Ki Hajar Dewantara,” katanya. Menurutnya lagi, Slank membumi di kalangan muda dan cocok dengan ajaran bangsa yang Pancasilais. Juga mengandung manusia yang Indonesia dan manusia budaya.

“Slank bagus dalam penyampaian manusia keindonesiaan. Bukan manusia Cina, bukan manusia Arab dan bukan John Lebanon,” tambahnya.

Sedangkan Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada mengaku sengaja memilih grup band Slank  untuk mengenalkan Kepancasilaan dengan gaya milenial dan gaya Kids zaman now. Slank dengan personel Kaka (vocal), Bim-Bim (drum) Ridho (gitar) dan Ivanka (bass) dinilai masih relevan dan sangat digemari semua kalangan. Untuk Kepancasilaan, grup band ini dianggap bisa menjadi panutan.

Acara konser secara resmi dibuka pukul 15.00 dengan penampilan aubade Gelora Bahana Patria. Mereka membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Api Kemerdekaan, Mata Air, Gebyar-Gebyar dan Mars Pancasila. Dilanjutkan penampilan seni pertunjukan tradisional jathilan Arum Sari Argomulyo Sedayu Bantul. Seusainya, tampil pula group NOS Indonesia band yang mengusung genre pop etnik.

Setelah itu ada penampilan tari Nusantara dari Sanggar Gita Gilang yang bakal mementaskan berbagai tarian Nusantara menggambarkan keanekaragaman budaya di Indonesia.

Tidak hanya hiburan, panggung diselingi orasi kebangsaan dimulai dari  Panut Mulyono (Rektor UGM),  Ahmad Syafii Maarif, Yudian Wahyudi (Rektor UIN), Mentari Rizki Utami (Mahasiswa Fakultas Hukum UGM). Seusai orasi, Sri Sultan HB X mencanangkan dimulainya Bulan Pancasila 2018.

Sumber foto: humas UGM

Sebelum penapilan Slank, Sri Krishna feat Angger Banyu Segara membawakan tembang legendaris karya Almarhum Franky Sahilatua berjudul Pancasila Rumah Kita. Angger Bayu Segara adalah seorang siswa pelajar yang duduk di bangku klas 5 sekolah dasar. “Dengan mengikutsertakan pelajar diharapkan nilai-nilai Pancasila tertanam kuat dalam jiwa generasi penerus bangsa,” katanya.

Dari atas panggung, Kaka mengatakan kepada penonton, “Bangsa ini sudah kena banyak asam garam, sudah terkena bencana bom berkali-kali tapi tetap berhasil bangkit. Kita tidak boleh takut terhadap teror dalam bentuk apa pun,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh para Slankers. (Awib)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here