Siswa Difabel Unjuk Kebolehan Bermain Musik

0
434
Foto: Istimewa

Keterbatasan bukan merupakan penghalang bagi difabel untuk terus berkarya. Hal inilah yang ingin ditunjukkan oleh siswa-siswa SLB Bina Anggita dan SMK Berbakat Yogyakarta dalam pentas seni yang bertempat di Pendopo Suryowijayan Mantrijeron pada Minggu, 20 Mei 2018.

Dalam acara yang digagas oleh Synergy Putih komunitas Public Relations Universitas Ahmad Dahlan ini, para siswa menampilkan berbagai permainan alat musik seperti gamelan dan saxophone serta menyajikan pameran batik karya difabel Yogyakarta.

Kegiatan yang dihadiri oleh organisasi-organisasi yang mewakili kelompok disabilitas seperti Driya Manunggal, Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis) serta kelompok diasabilitas dari masyarakat umum lainnya ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi dan seni musik populer dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan.

Penonton yang hadir disambut dengan prosesi kreweng sebagai makna simbolik ungkapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan Nuansa Ramadhan Disability. Acara yang bertajuk “Nuansa Ramadhan Disability “Nurani” ini dihadiri oleh lebih dari 200 orang dari berbagai elemen masyarakat Yogyakarta. Seluruh rangkaian acara kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama.

Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari tokoh-tokoh masyarakat yang hadir. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan ini, karena melalui Nuansa Ramadhan Disability mencerminkan bahwa para generasi muda telah memikirkan upaya untuk meningkatkan kesetaraan antara penyandang disabilitas dengan masyarakat luas di tengah arus perkembangan zaman dalam momentum bulan puasa,” papar Kanjeng Pangeran Haryo Yudho Hadiningrat dalam sambutannya.

Tak ketinggalan, hadir pula dokter dan tenaga medis dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk memberikan pemeriksaan kesehatan kepada siswa-siswa difabel dan warga yang hadir. Dalam keterangannya Eka Budy Santoso, Humas PKU Muhammadiyah Yogyakarta, mengungkapkan, “PKU berkomitmen sebagai pelayan umat yang bergerak di bidang kesehatan mendukung penuh terlaksananya kegiatan ini, agar rekan-rekan difabel memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan diri.”

Disabilitas merupakan suatu keterbatasan kondisi fisik, mental, emosional, dan intelektual yang dialami oleh suatu individu yang disebabkan oleh bawaan lahir, gangguan kehamilan dan janin, penyakit tertentu, ataupun kecelakaan yang menyebabkan kecacatan dalam kurun waktu yang lama bahkan permanen sehingga penyandang disabilitas atau difabel akan sulit untuk bepartisipasi dengan lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan ini ketua Synergy Putih, Muhammad Adly Nursyafi, berharap agar rekan-rekan difabel mampu menunjukkan potensi dan kreativitas mereka. Sehingga masyarakat dapat memberi ruang yang lebih luas lagi bagi rekan-rekan difabel untuk berkarya. Kedepannya Synergy Putih akan terus mengadakan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk edukasi tentang isu-isu sosial kepada masyarakat umum. (Mufid Salim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here