Kuliner Cita Rasa Pedas Jadi Bahasan Akademik di UGM

0
425
Sumber foto: Kompas.com

Siapa yang tidak tergiur dengan masakan asli nusantara yang terkenal pedas? Apalagi dimakan saat masih panas-panas, wah pasti nendang banget. Keringat bercucur, panas di bibir sampai rasa gerah, tapi memang itulah sensasi yang ingin dicari.

Beberapa jenis menu makanan dengan cita rasa pedas tengah menjadi tren terutama bagi kalangan muda yang memang menyukai berbagai jenis tantangan, termasuk makanan pedas. Lihat saja warung makan dengan icon pedas cenderung ramai bahkan sesak dengan pembeli.

Saking trennya, kuliner jenis ini naik statusnya karena hingga dibahas di panggung seminar. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar Seminar Kuliner Citarasa Pedas bertajuk ‘Mengungkap Keunikan Kuliner Bercita Rasa Pedas’, di Gedung Balai Pamungkas, Selasa (8/5).

“Ini bentuk kepedulian kita terhadap kuliner Indonesia supaya bisa dikenal di dalam negeri secara global, dan juga dapat memberi inspirasi bisnis bagi generasi muda ke depan,” kata Dekan FTP UGM, Dr Ir Eni Harmayani MSc. Tema kuliner pedas sengaja diangkat dalam seminar, menurut Eni karena sedang tren di kalangan anak muda.

“Beberapa tahun ini kuliner pedas ini fenomenal, disukai kalangan anak muda. Bermula dari warung-warung tenda dan sekarang juga di restoran, sampai ke restoran luar negeri juga diterima dengan bagus,” tambah Eni.

Deretan narasumber ternama hadir untuk berbagi ilmu kepada mahasiswa dan masyarakat. Mereka adalah Pemerhati Kuliner Indonesia dan penulis buku kuliner Prof Dr Murdijati Gardjito; Sejarawan Makanan dari Unpad Fadly Rahman SS MA.

Berikutnya ada Jurnalis dan Penulis Serjarah Kuliner Andreas Maryoto STP MA dan Analisis kuliner Rima Sjoekri; Guru Besar FTP UGM Prof Dr Sri Raharjo dan Prof Dr Yudi Pranoto, serta Koki Made Witara SST MM dari Indonesian Chef Association.

Sumber foto: Kompas.com

Tak lupa turut pula pengusaha kuliner pedas seperti pemilik Waroeng Spesial Sambal ‘SS’ Yoyok Hery Wahyono, dan pemilik tepung bumbu Rizqiyya Ronni Arianto STP dan pengelola Ayam Penyet Surabaya H. Sugiri STP saling berbagi pengalaman bagi peserta.

Dalam acara tersebut pembahasan kuliner pedas di Indonesia dibahas secara mendalam dari mulai sejarah, penyebaran sambal dan jenisnya di Indonesia, pembuatan sambal, sampai manajemen bisnis sambal beserta tantangannya di masa kini.

“Kita ingin menyatakan jika kuliner pedas itu warisan budaya Indonesia dan itu akan kita kembangkan,” jelas Eni.

Kelanjutan dari seminar ini FTP UGM akan menyelenggarakan sebuah acara bertajuk Jogja Pedas Festival dari 10-12 Mei 2018 di Hartono Mall. Acara tersebut dimeriahkan dengan demo memasak, hiburan, workshop, serta pertunjukan seni dan budaya. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here