Indonesia Anti Hoax: Masyarakat Cerdas Beritanya Jelas

0
638

Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional, Politeknik LPP Yogyakarta melalui UKM Departemen Akademik menyelenggarakan diskusi publik Indonesia Anti Hoax: Masyarakat Cerdas Beritanya Jelas, Sabtu (5/5). Selain diskusi publik, juga diadakan lomba poster pada 30 April – 3 Mei 2018.

Diskusi publik yang juga didukung SwaraKampus.com dan Lingkarpelajar.com ini dipandu Destarafi Perdana Islami mengundang pembicara AKP Safpe Tambatua Sinaga SKom (POLDA DIY), Agung Wibawanto SIP (Wapemred SwaraKampus.com) dan Risnu Meidianto Rahmat Alviani (Redaksi Lingkarpelajar.com).

Hoax adalah berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena bersifat mengada-ada dan bukan sebuah fakta. Menurut Agung, banyak tujuan yang mendasari penyebaran berita hoax, (have fun), membuat kegaduhan, hingga paling parah menebar kebencian yang bisa mengancam disintegrasi bangsa.

Masih menurut Agung, sesungguhnya hoax dapat diproduksi beberapa bentuk, mulai dari foto/gambar (meme), tulisan (berita/opini) maupun verbal atau melalui ucapan. Sedangkan pelaku, korban dan kontennya bisa apa dan siapa saja. Yang menarik menurut Agung, produksi hoax sudah menjadi profesi baru.

Fenomena ini menjelaskan bagaimana kebebasan pers kini ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan ikut ambil peranan dalam penyebaran berita palsu. Safpe menyebutkan bahwa sebenarnya kebebasan pers sudah diatur dalam undang-undang maupun kode etik jurnalistik.

“Berita yang dikonsumsi hendaknya dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan keasliannya. Negara melalui kepolisian sudah melakukan upaya untuk memperkecil penyebaran berita hoax namun jumlahnya terlalu banyak. Selain itu, akun yang sudah diblokir dapat berganti wajah,” tutur Safpe.

Dalam sesi dialog dengan peserta mahasiswa, Agung menjelaskan ada beberapa cara agar sebuah berita tidak dianggap hoax. “Sebagai contoh, di SwaraKampus.com, tiap penulis (mahasiswa) diwajibkan mencantumkan nama lengkap, berikut identitas kampusnya. Dan itu harus sesuai dengan standar jurnalistik,” terang Agung.

Foto: Istimewa

Sedangkan Risnu menyampaikan bahwa berita online merupakan jenis berita yang mudah beredar di masyarakat. “Konsumsi masyarakat akan kebutuhan smartphone terus meningkat menjadikan penyebaran berita kini sangatlah mudah tertutama melalui internet yang dapat diakses siapa saja dan kapan saja,” tambah Risnu.

Antusiasme peserta diskusi juga merupakan hal yang sangat luar biasa. Keaktifan dan pertanyaan yang diajukan sangat relevan dengan keadaan yang terjadi di zaman kini. Seperti banyaknya penipuan melalui online, media yang tidak independen, hingga tokoh publik yang justru suka menebar hoax.

Lusiana Antika

Prodi Budidaya Tanaman Perkebunan
Politeknik LPP Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here