Jika Diberi Kesempatan, Perempuan Bisa Dominasi Kaum Pria

0
377
Sumber foto: unair.ac.id

Dua guru besar (gubes) perempuan dari lintas bidang ilmu di Universitas Airlangga menggelar diskusi bertema perempuan dalam acara Gelar Inovasi Guru Besar pada Selasa (24/4). Tepatnya dalam peringatan nuansa Hari Kartini pada 21 April 2018 lalu. Peran wanita menjadi bahasan utama yang diungkap dua gubes UNAIR.

Dua gubes itu adalah Prof Dr Anis Eliyana SE MSi, gubes dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Prof Dr Emy Susanti Dra MA, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Paparan kedua gubes dimoderatori oleh Nisful Laila, SE MCom.

Wakil Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR Dr Imron Mawardi SP MSi, mewakili rektor dalam sambutannya menjelaskan bahwa kini peran perempuan dalam berbagai ranah kehidupan begitu kentara. Yang terbaru, katanya, berdasarkan pengumuman hasil SNMPTN 2018, sebanyak 83,35 persen yang diterima kuliah di UNAIR adalah perempuan.

”Saat ini perempuan memang luar biasa. Kalau kita bisa lihat lagi, saat wisuda, wisudawan terbaik juga didominasi perempuan,” ujarnya seperti dikutip dari laman unair.ac.id.

Soal pemilihan tema tersebut, selain berkaitan dengan momentum Hari Kartini, laju perkembangan sosial kemasyarakatan yang begitu cepat turut memberikan dampak terhadap tema keperempuanan. Terutama berkaitan dengan kesamaan gender.

Karena itu, bahasan terkait perempuan selalu menarik dan penting. Khususnya dikaitkan dengan tema sosial dan ekonomi. Meski salah seorang pembicara tidak bisa hadir karena suatu hal, yakni Prof Dr Merriyana Adriani SKM MKes, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), diskusi di Aula Amerta, Lantai 4, Gedung Manajemen UNAIR, oleh dua pembicara lainnya berjalan dengan semarak.

Dalam diskusi itu, Prof Anis membahas permasalah terkait dengan bidang ekonomi. Khususnya entrepreneur sebagai peran perempuan dalam era milenial. Menurut dia, kemunculan isu datangnya era revolusi industri 4.0 bukan menjadi ketakutan untuk perempuan.

 

Menurutnya, justru hal itu harus dimanfaatkan dengan baik, “Mengingat, perkembangan e-commerce sebagai bagian dari revolusi indutri 4.0 di Indonesia tertinggi di dunia,” jelas Prof Anis.

Di sisi lain, dalam kesempatan tersebut, Prof Emy membahas kembali tentang pokok pemikiran Kartini dalam mengangkat derajat perempuan. Pemikiran itu terdiri dalam tiga pokok. Pertama, memerangi kebodohan, dengan cara sekolah, berpendidikan, dan memiliki ketrampilan. Kedua memerangi kemiskinan dengan cara berkontribusi secara sosial dan ekonomi. Ketiga, memerangi ketidakadilan pada perempuan, dengan cara menentang poligami, perjodohan paksa, dan pingitan.

“Saat ini dua hal sudah beres, perempuan berpendidikan dan berkontribusi secara sosial. Poin ketiga belum. Dan itu yang juga terus diperjuangkan pusat studi dan gender UNAIR,” terangnya. (Awib)

Sumber: unair.ac.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here