UN Tidak Sesuai Kisi-kisi, Mendikbud Minta Maaf

0
375
Sumber foto: jejakkepri.com

Empat hari berlansungnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejumlah laporan mengenai kendala teknis masih terjadi, mulai dari jaringan internet eror, listrik padam, komputer terbatas dan ujian ulang karena server eror.

Selain kendala teknis, dijagat maya tersebar komentar siswa di akun resmi media sosial Kemdikbud di mana mereka mengeluhkan soal matematika yang dirasakan sulit dan tidak sesuai kisi-kisi.

“Para siswa tak hanya yang di daerah, bahkan juga di Jakarta mengeluhkan bentuk soal yang dibuat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Keluhan dan laporan atas sulitnya soal matematika ini juga disampaikan oleh siswa di laman komentar akun resmi Kemdikbud di media sosial Instagram dan telah tersebar di Twitter dan Facebook,” ujar Wasekjen FSGI, Satriwan Salim dalam siaran persnya, Jumat (12/4).

Seperti yang diungkapkan Muhammad Rizky Dharmawan, siswa SMAN 2 Ngaglik, Sleman, ia mengaku kewalahan mengerjakannya dan kecewa dengan soal matematika yang disajikan tidak sesuai kisi-kisi, “Soal matematikanya parah banget. Beda jauh sama tryout yang diikuti. Juga ada yang salah soal, kurang kalimat penjelasannya. Jadi bingung harus diapakan,” paparnya.

Menanggapi sejumlah kritik soal yang dianggap sulit, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta maaf kepada pihak-pihak yang mengalami kesulitan selama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Saya meminta maaf kalau ada beberapa kalangan yang merasa mengalami kesulitan yang tidak bisa ditoleransi. Dengan ini, saya janji bahwa akan kami benahi. Tetapi mohon maklum bahwa ujian nasional kita dari waktu ke waktu harus semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan kita,” kata Muhadjir usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden di Jakarta seperti dilansir dari Antara, Jumat (13/4).

Muhadjir menjelaskan kualitas pendidikan Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Asia Tenggara. Oleh karena itu, Kemdikbud berusaha untuk memperbarui sistem pendidikan, termasuk di antaranya adalah meningkatkan standar kualitas ujian nasional.

Sumber: ddns.net

Ia menuturkan bahwa berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA), tingkat kualitas siswa Indonesia tergolong rendah. PISA merupakan sistem ujian dari Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk mengevaluasi sistem pendidikan dari 72 negara di seluruh dunia.

Menjawab ini, Rizky berpandangan, tidak masalah standarnya ditinggikan, “Aku sih gak masalah standarnya tinggi, tapi umumnya ujian itu kan evaluasi hasil belajar. Gimana bisa dievaluasi kalau belum dipelajari? Percuma sekolah, belajar dan ikut bimbel kalau kisi-kisi berbeda dengan soal asli,” tambah Rizky. (Awib)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here