Bukan Latah, UGM Kirim Mahasiswa KKN ke Asmat

0
468
Sumber foto: ugm.ac.id

Seperti diketahui, belum lama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirim 12 orang mahasiswa KKN ke Asmat, Papua. Meski mahasiswa tersebut ditugaskan untuk membantu penanggulangan bencana gizi buruk dan campak di sana, namun kebijakan ini diyakini bukan karena latah.

Isu gizi buru di Asmat memang sempat hangat setelah Ketua BEM UI membuat “kacau” acara dies natalis UI dengan mengacungkan buku kuning kepada Presiden Jokowi. Mahasiswa menganggap penerintah perlu diperingati karena adanya kasus gizi buruk di Papua. UGM sendiri sebelum aksiden “kartu kuning” terjadi, sudah mengirim Tim Kemanusiaan ke Asmat.

Kini duabelas orang mahasiswa UGM yang mengikuti program KKN juga diberangkatkan. Mereka merupakan hasil seleksi dari 45 orang mahasiswa yang sebelumnya sudah mendaftar untuk bergabung. Mereka dipilih berdasarkan hasil seleksi kesehatan dan psikotes akhirnya terpilih 12 orang yang kesepuluh orangnya adalah wanita.

Prof Ir Irfan Dwidya Prijambada MEng PhD, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mengatakan, pengiriman mahasiswa KKN ini sebagai langkah awal untuk secara bertahap mengirim mahasiswa KKN secara berkesinambungan. Rencananya mereka akan rutin mengirim tim KKN selama 3-5 tahun berturut-turut ke sana.

Menurut Irfan, penerjunan mahasiswa KKN ke Asmat merupakan untuk pertama kalinya dilakukan oleh UGM. Namun, pengiriman mahasiswa tidak hanya sebatas membantu penanggulangan bencana semata, rencananya akan dilakukan pengiriman mahasiswa KKN untuk program pemberdayaan masyarakat di bidang lainnya.

“Kami tidak bisa menyelesaikan persoalan dalam waktu singkat, apalagi waktu KKN hanya dua bulan sehingga perlu dilakukan berkelanjutan hingga nantinya masyarakat dirasakan bisa berkesempatan hidup secara mandiri,” ujar Irfan beberapa waktu lalu usai pelepasan mahasiswa KKN UGM Peduli Bencan di ruang pertemuan Gedung Direktorat PKM UGM, Rabu (15/03).

Irfan menjelaskan, misi utama mahasiswa KKN yang dikirim ke Agats adalah membentuk kepercayaan masyarakat akan kehadiran mahasiswa KKN dalam membantu memecahkan persoalan warga Asmat. Meski demikian, bagi Irfan pekerjaan mahasiswa tidaklah mudah, karena mereka nantinya akan mengunjungi beberapa distrik yang letaknya cukup jauh dan terisolir dengan minimnya sarana transportasi.

“Meski beberapa lokasi ada yang cukup jauh untuk dijangkau, saya berharap mereka bisa berbuat lebih banyak untuk warga di sana,” harapnya.

Sumber foto: ugm.ac.id

Dari 12 orang mahasiswa yang dikirim ini terdapat 10 orang dari mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK). Kemudian satu orang dari Fakultas Geografi dan satu orang lainnya dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB).

Fazlur Risyad Loochi selaku Kormanit mahasiwa KKN menyampaikan alasan keikutsertaannya bergabung dalam tim KKN yang dikirim ke Asmat untuk mengabdikan diri membantu masyarakat yang tengah terkena bencana.

“Kebetulan bidang yang saya geluti bidang kesehatan sehingga motivasi untuk mengabdi dan terjuan langsung sangat besar sekali,” kata mahasiswa FKKMK ini. Keren ya. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here