Wyncent Halim Layak Ikut Ajang Mahasiswa Idol

0
513
Foto: ugm.ac.id

Jika ditanyakan kepada masyarakat Indonesia dan mungkin beberapa negara lain, siapakah yang pantas dijadikan idola di masing-masing negara tersebut, maka jawabnya adalah mereka pemenang “Idol”.

Itu karena begitu dikenalnya ajang pencarian bakat tersebut terutama di kalangan muda. Mengapa yang menjadi idola harus pintar menyanyi? Pentingkah seorang idola memiliki keahlian menyanyi ketimbang keahlian lainnya?

Wyncent seolah ingin membuktikan bahwa untuk menjadi idola masyarakat Indonesia tidak harus berbasic tarik suara. Setidaknya ada jenis atau kategori lain yang perlu dinilai, yakni kecerdasan, karakter serta intelektual. Karena generasi seperti itulah yang lebih dibutuhkan oleh negeri ini.

Wyncent Halim yang terdaftar sebagai mahasiswa program International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada angkatan 2014 ini adalah peraih juara ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional tahun 2017 lalu di Surabaya.

Ajang Pilmapres yang diselenggarakan oleh kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi (kemenristek dikti) ini diikuti 26 finalis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan terbagi dalam dua kategori yaitu program sarjana dan program diploma.

Pemilihan mahasiswa berprestasi nasional tersebut diikuti 228 peserta yang terdiri dari 143 mahasiswa program sarjana dan 85 program diploma. Dari jumlah tersebut dipilih 26 mahasiswa terbaik yang diundang mengikuti penilaian tahap akhir yang terdiri dari 17 mahasiswa program sarjana dan 9 mahasiswa program diploma.

Pada babak final, Wyncent berkompetisi dalam empat tahap seleksi yaitu presentasi karya ilmiah, penilaian bahasa Inggris dalam bentuk pidato secara spontan, wawancara dan portofolio karya unggulan, serta psikotes. Semua tahap dapat dilalui dengan cukup meyakinkan.

Wyncent mengungkapkan berbagai persiapan telah dilakukannya dalam tiga tahun terakhir untuk mengikuti ajang Pilmapres. Salah satunya dengan rajin mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional sebagai langkah untuk mengisi protofolio karya unggulan.

Setidaknya 10 prestasi taraf internasional berhasil diraihnya dalam tiga tahun terakhir. Beberapa diantaranya  The Best Oralist for the Prosecution dalam International Criminal Court Moot Court Competition, Leiden University (2016), Best Delegate pada UN Habitat Simulation (2017).

Berlanjut penghargaan Best Delegate in ASEAN Youths General Forum 2017, 2nd Runner Up of the Young Speakers’ Contest dalam ASEAN University Network and National University of Singapore (2017), dan Chairing Award in Beijing International Model United Nations (2017).

Disampaikankan Wyncent, kunci kemenangannya adalah sikap konsisten terhadap apa yang telah digeluti, mempersiapkan dengan baik serta rajin berlatih. “Tidak kalah pentingnya selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap langkah yang diambil,” pesannya.

Foto: ugm.ac.id

Sementara itu Richo Andi Wibowo SH LLM, perwakilan Dekanat FH UGM menuturkan, keberhasilan yang diraih Wyncent ini nantinya akan dijadikan sebagai role model yang diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa UGM lainnya.

“Wyncent akan menjadi role model bagi para mahasiswa. Dia berhasil membuktikan meskipun aktif di kegiatan ekstra dan kokurikuler juga bisa berhasil di bidang akademik. Energi positif ini bisa menginspirasi mahasiswa lainnya,” paparnya.

Meskipun begitu, Wyncent tidak lantas berpuas diri karena semua prestasi tersebut merupakan langkah awal baginya untuk terus berkarya dan berkreasi demi membangun Indonesia yang lebih baik.

Wyncent mengaku bukanlah hal mudah memegang gelar sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional. Namun dia meyakini bahwa amanah yang telah diberikan merupakan jalan terbaik yang akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.

“Mimpi tidak akan terwujud dengan sendirinya, tetapi kita harus segera bangkit dan berupaya untuk mewujudkannya. Jadi kejarlah mimpimu,” pungkasnya. Nah, sudah pantas kan mahasiswa cerdas untuk menjadi idola masyarakat Indonesia? (Awib)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here