Bahas Kurikulum, FMIPA UNY Jadi Tuan Rumah Workshop

0
506
Sumber : uny.ac.id

FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ditunjuk sebagai tuan rumah Workshop Penyamaan Persepsi Kurikulum Pendidikan Kimia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Divisi Pendidikan Kimia Himpunan Kimia Indonesia (HKI)  bekerjasama dengan Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY ini digelar pada Jumat-Sabtu, 16-17/3 di ruang sidang FMIPA UNY.

Diikuti oleh para kaprodi/dosen Pendidikan Kimia seluruh Indonesia, tampak hadir Dekan FMIPA Dr Hartono, Ketua HKI terpilih Prof Dr Harno Dwi Pranowo, dan  Ketua Divisi Pendidikan Kimia, Dr Suyanta serta Ketua Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA, Dr Jaslin Ikhsan.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UNY mengatakan, ini pertemuan yang penting, “Karena akan menghasilkan kurikulum yang nanti menjadi kesepakatan untuk prodi-prodi kependidikan. Semoga keputusan yang dihasilkan bisa memberi manfaat bagi anak didik kita semua,” tutur Dekan.

Hartono menambahkan, bahwa kurikulum yang disepakati bersama  ini nantinya harus mudah diaplikasikan sehingga bisa diterima di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan keberagaman universitas dengan kekhasannya masing-masing.

“Di masing-masing prodi nanti ada tuntutan untuk mempunyai kekhasan. Kebijakan universitas kami, menerima sambil melihat sertifikat-sertifikat yang dihasilkan dari kompetensi yang tidak linier dengan bidangnya. Semuanya kita akomodir dari internal. Dan sementara ini yang sudah diciptakan adalah batik kimia,” terangnya.

Sementara Ketua HKI, menjelaskan perkembangan yang sekarang ini tampaknya tidak bisa dibendung, “Setiap perkembangan bukan untuk dilawan tetapi untuk dimanfaatkan.  Saya masih memanfaatkan media-media sosial  yang akan membantu kita melengkapi mata kuliah atau konten yang sudah ada,” terang Harno.

“Kami di level universitas yang riset juga keteteran dalam pelaksanaan.  Bagaimana kita mempunyai metode untuk menggabungkan mata kuliah pendukung kita (kimia, matematika, fisika, biologi). Saya melihat masih berdiri sendiri-sendiri tidak menjadi sebuah pendukung. Misal teman-teman dari statistika sampai sekarang kalau bercerita tentang statistik contohnya dari probability  misalnya cerita dadu dilempar, tidak ada kimianya sama sekali. Walaupun orang kimia main dadu juga bisa, tapi tidak spesifik dari yang kita perlukan,” ungkapnya.

Diterangkan, sebenarnya kurikulumnya bisa saja sama, kontennya sama, yang bisa dibedakan pada contoh-contoh aplikasinya. “Tampaknya kita sendiri yang mulai titipkan kepada mereka untuk diberikan contohnya. Kalau tidak masing-masing bermain sendiri.  Menyatukan ini tidak terlalu mudah karena pengampunya tidak hanya kita tapi melubatkan orang lain juga,” pungkas Harno.

Sedangkan Suyanta menjelaskan, tiga bagian yang menjadi garapan yaitu kurikulum, publikasi, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, “Ini menjadi rencana kerja kita ke depan diantara program-program rencana kerja kita. Salah satunya yang masih menjadi garapan adalah soal kurikulum,” paparnya.

Bagi Suyanta, pertemuan ini merupakan kelanjutan diskusi kurikulum yang sudah dimulai tahun lalu, “Semoga kita mendapatkan solusi kurikulum pendidikan kimia yang menjadi cita-cita bersama,” tutupnya. (Awib)

sumber: uny.ac.id

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here