Giliran Mahasiswa Yogyakarta Aksi Menolak Revisi UU MD3

0
904
Foto: SwaraKampus.com/Budi Adi Santosa

Revisi UU MD3 yang sudah diberlakukan beberapa waktu lalu masih mendapat reaksi penolakan terutama oleh mahasiswa. Setelah BEM SI, kini giliran mahasiswa Yogyakarta yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Menolak Revisi UU MD3  melakukan unjuk rasa turun ke jalan.

Setidaknya 1000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta turun ke jalan  melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Selasa (20/3). Setidaknya tercatat ada 79 perwakilan organisasi mahasiswa yang berpartisipasi lengkap dengan aktribut berupa jaket almamater masing-masing.

Dari pantauan SwaraKampus.com, walau agak mundur dari jadual, mahasiswa tampak berkumpul di parkiran Abu Bakar Ali dan mulai bergerak ke arah Malioboro. Mereka melakukan prosesi dengan long march hingga ke pusat kumpul di Titik Nol, Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Sebelum mencapai Titik Nol, prosesi mahasiswa menuju terlebih dahulu ke kantor DPRD DIY. Mereka menuntut agar Anggota Dewan DIY mau mendengarkan dan mendukung mereka untuk membatalkan revisi UU MD3.

“Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY adalah subjek sekaligus objek dari UU MD3. Untuk itu, jika mereka benar representasi dari rakyat maka harus mau mendengar sekaligus menolak revisi UU MD3, karena itulah yang dikehendaki rakyat. Ini benar-benar telah melukai rasa keadilan rakyat. Rakyat dibuat menjadi takut kepada dewan,” papar Arif, mahasiswa Hukum UJB.

Setelah berorasi di halaman DPRD DIY, mereka kembali bergerak ke selatan menyusuri jalan Malioboro. Di tengah terik yang menyengat, mahasiswa tetap bersemangat dan tertib menjaga barisan agar tidak tersusup orang dari kelompok-kelompok yang ingin memprovokasi keadaan.

Aksi tersebut mendapat kawalan ketat aparat namun tetap berjalan kondusif, “Kami menerjunkan sekitar 100 personel gabungan untuk membantu menjaga aksi mahasiswa agar tertib dan tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasinya,” ujar salah satu petugas yang ikut mengamankan unjuk rasa.

Foto: SwaraKampus.com/Budi Adi Santosa

Prosesi berakhir di Titik Nol dan kembali mahasiswa melakukan orasi secara bergantian. Aksi ditutup dengan membacakan tuntuan mahasiswa sebagai berikut:

  1. Menolak Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Ke-dua Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 terkhusus (Pasal 15, 84, dan 260); (Pasal 73 ayat (4) dan (5)); (Pasal 112 huruf k); dan (Pasal 245).
  2. Menolak segala bentuk pelemahan penyampaian pendapat di muka umum dan kritik terhadap pejabat negara.
  3. Mendesak Presiden untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) untuk mengganti keberlakuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Ke-dua Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3.
  4. Menghimbau kepada masyarakat untuk turut serta dalam mengawasi kinerja DPR dan Pemerintah dalam proses legislasi serta memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam pembuatan peraturan perundang-undangan guna melahirkan produk hukum yang berkualitas dan responsif. (Awib)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here