18 Santri Bertemu Jokowi dan Mallcolm Turnbull di Australia

0
493
Foto: Biro Pers SetPres

Sebanyak 18 anggota rombongan santri dan pelajar asal Indonesia bertemu dua pimpinan negara berbeda di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Australia di Sydney, Australia, Sabtu (17/3).

Peserta program Outstanding Youth For The World (OYTW) 2018 ini digagas dua kementerian diplomasi dan kerjasama luar negeri, Australia dan Indonesia. Mereka bertemu Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Mallcolm Turnbull sekaligus.

Dikutip dari beberapa tayangan youtube, para santri tampak mengenakan jaket bomber saat menemui Jokowi beserta Iriana yang tengah berjalan pagi. Di jaket itu ada emblem bordiran, Millenial ke Luar Negeri bersama Presiden Jokowi.

Pertemuan terlihat sangat cair di mana santri bisa bebas menceritakan apapun pengalaman mereka kepada Jokowi. Terlihat salah seorang santri bercerita bahwa ini merupakan momentnya yang “serba pertama”. “Pertana naik pesawat, pertama tidur di hotel, pertama ke luar negeri dan pertama ketemu pak presiden,” ujarnya polos.

Sementara seorang pelajar lain tampak tidak kuasa menitikkan air matanya karena bisa bertemu dengan Presiden. Jokowi dan Iriana yang mengenakan trainings pack tidak canggung mengajak para santri ikut berjalan pagi sepanjang 2,1 km hingga foto bersama di lokasi Botanical Garden.

Pada bagian video yang lain tampak pelajar Indonesia yang kali ini berganti kostum batik diterima oleh PM Australia, Malcolm Turnbull dan Presiden Jokowi di sisi utara gedung ICC Harbour Darling, lokasi utama ASEAN-Australia Special Summit 2018.

“Jaket bomber dan batiknya semua dari kemenlu (Indonesia) Pak,” ujar Dedi Mumtazul Umam (15 tahun), santri aliyah dari pondok pesantren di Jombang, kabupaten berjarak 100-km sebelah barat Surabaya.

Lima menteri yang terlihat menemani Jokowi dan Turnbull bertemu para peserta program Interfaith itu adalah Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pertahanan Rymizard Ryacudu, Menteri Sekretaris Kabinet Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartisto Lukito, dan Kepala Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong juga dari Kemenlu.

“Tujuan kita ke sini untuk belajar mengenal gimana sih pelajar dan kaum muda di Australia. Sekaligus mengenalkan budaya bangsa kita. Intinya kita dialog dengan pelajar dan mahasiswa multikultural dari 5 negara bagian dan 3 negara teritory, Australia,” ujar Amrozz, santri aliyah dari pondok pesantren Al Muayyad, Solo, Surakarta, Jawa Tengah.

Lima negara bagian itu, New South Wales, Victoria, South Australia, Queensland dan Tasmania, termasuk 3 negara teritory, Canberra (Australia Capital Territory), Darwin Northern Territory, dan Jervis Bay Territory.

Program dialog yang merupakan kerjasama antara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia ini masuk dalam bagian ASEAN-Australian Special Summit 2018 di ICC Darling Harbour, Sydney, Australia. Namun untuk pertemuannya disebut Indonesia-Australia Youth Interfaith Program. (Awib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here