Tidak Hanya Mampu Membuat, Tapi Juga Siap Berkompetisi

0
523
Foto: Istimewa

Bukan hanya tidak mungkin untuk diciptakan, kini mobil listrik karya mahasiswa mulai dilombakan. Sebuah kompetisi Formula Society of Automotive Engineers  (FSAE) berlangsung di Jepang dan Australia pada September dan Desember 2018 mendatang.

Mobil listrik karya mahasiswa UII Yogyakarta salah satunya akan turut sebagai peserta. Demikian disampaikan Hasyim Abdulloh, salah satu anggota dari Tim Mobil Listrik usai seminar dengan PT Wijaya Karya pada Kamis (08/03).

“Jadi bulan September ini akan disertakan ke Jepang. Australia pada bulan Desember,” papar Hasyim. Dan mobil listrik buatan mahasiswa dari berbagai Fakultas Teknik UII ini merupakan generasi kedua, tambah Hasyim.

Salah satu penilaian dalam ajang lomba inovasi seperti itu adalah keunggulan atau pembeda dari produk lainnya. Menurut Hasyim,  keunggulan mobil listrik UII ini ada pada penggunaan baterai lithium sebagai powernya, serta bodi mobil yang terbuat dari bahan karbon. Selain itu mobil listrik ini dikategorikan sebagai mobil balap yang mampu melaju hingga kecepatan 65 km per jam.

Bahan karbon dikenal sebagai materi yang ringan dan kuat. Pengisian daya baterai mobil tersebut memerlukan waktu sekitar empat jam untuk sekali pemakaian. “Saat ini kita juga sedang mengembangkan metode fast charging. Jadinya cukup diisi selama 1,5 jam bisa digunakan untuk 10 putaran,” papar Hasyim.

Tim yang diwakili Hasyim mengaku cukup optimis dengan keikutsertaan mereka dalam kompetisi FSAE 2018. Tidak ada masalah yang berarti dalam pembuatan mobil listrik ini, selain tentu saja dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Hingga kini Tim masih terus menggalang donasi, terutama untuk kebutuhan lomba nanti.

Salah satu cara penggalangan dana yaitu dengan mempresentasikan produk pada Ir. Novel Arsyad MM, salah satu Alumni UII sekaligus Direktur di PT Wijaya Karya. Hasyim yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro UII itu berharap semakin banyak perusahaan pelat merah yang bersedia menjadi sponsor.

“Saat ini kita sudah disponsori oleh UII, Telkom Indonesia, dan Patra Jasa. Kita berharap PT Wika juga mau berpartisipasi sebagai sponsor. Karya ini sebagai bukti bahwa mahasiswa bukan hanya mampu membuat mobil listrik, tapi kita juga siap berkompetisi,” tutup Hasyim.

Awib Lomanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here