Aktivis UNU Yogyakarta Mendapatkan Beasiswa

0
1305
Foto: Istimewa

Cita-cita Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta untuk mengkader mahasiswa dan melahirkan sosok yang memiliki kemampuan menjadi leader bukanlah sebuah wacana belaka. Hal itu terbukti dengan terpilihnya Moh. Taqiyuddin Saleh, salah satu mahasiswa UNU Yogyakarta, menjadi penerima beasiswa Aktivis Salman 2018. Seperti selalu disampaikan oleh Prof. Purwo Santoso selaku Rektor UNU Yogyakarta kepada banyak pihak, UNU Yogyakarta bercita-cita melahirkan sumber daya yang memiliki jiwa leadership.

“Kami ingin lulusan UNU Yogyakarta nantinya memiliki jiwa leadership. Menjadi orang yang mempunyai semangat membangun lapangan kerja, bukan mempunyai semangat menjadi pekerja”. Demikian disampaikan Prof. Purwo pada sebuah kuliah umum sosio-preneur di UNU Yogyakarta.

Kepada Mahasiswanya, Purwo selalu mendorong untuk aktif dalam kegiatan di luar kelas selain kegiatan belajar di dalam kelas. “saya ingin mahasiswa tidak hanya aktif di dalam kelas. Tetapi juga aktif dalam kegiatan co-kurikuler” demikian disampaikan Purwo pada sebuah diskusi bersama mahasiswanya. Pihaknya menghimbau agar mahasiswa memanfaatkan wadah-wadah kreatifitas yang ada. Adanya UKM sebagai wadah bagi minat dan bakat mahasiswa menurutnya adalah sesuatu yang sangat baik. Pihaknya selalu mengapresiasi kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh UKM.

Upaya Purwo bersama seluruh civitas akademika UNU Yogyakarta mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan akademik maupun non akademik ternyata tidak sia-sia. Pada Selasa (12/02) Taqiyuddin, seorang mahasiswa Agribisnis UNU Yogyakarta dinyatakan lolos dalam seleksi penjaringan beasiswa Aktivis Salman 2018. Taqiyuddin yang merupakan Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian itu berhasil masuk dalam 112 daftar penerima beasiswa yang diberikan oleh Rumah Amal Salman Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Yang pasti saya sangat bersyukur terpilih sebagai penerima beasiswa Aktivis Salman 2018. Sebenarnya nggak nyangka sih. Soalnya pendaftarnya ada 1.576 mahasiswa dan banyak yang berasal dari kampus-kampus elit” demikian ungkap Taqi ketika ditanya komentar tentang keberhasilannya terpilih sebagai penerima beasiswa Aktivis Salman 2018. “saya sangat berterimakasih kepada para dosen, terutama kepada Pak Rektor dan Gus Hilmi selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaan yang selalu mendorong saya dan mahasiswa yang lain untuk berani bersaing” ungkap Taqi menambahkan.

Ketika ditanya tentang tips dibalik kesuksesannya menjadi penerima beasiswa Aktivis itu, Taqi menyatakan bahwa kunci utama adalah doa, ikhtiar dan optimis. “sebagai manusia beriman kita percaya akan adanya Tuhan, karna itu doa tidak boleh dikesampingkan. Disamping berdoa jangan lupa usaha harus maksimal. Dan yang tak kalah penting adalah optimis. Optimis itu percaya terhadap kemampuan diri sendiri. Kalau kita sendiri sudah tidak yakin dengan kemampuan kita, apalagi orang lain?” demikian disampaikan Taqi.

Sumber: Humas UNU Yogyakarta

Setelah dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa Aktivis Salman 2018, Mahasiswa kelahiran Sumenep-Madura itu diundang ke Masjid Salman ITB untuuntuk menjalanik pembinaan dan menandatangani surat perjanjian beasiswa. Taqi menyampaikan bahwa selama di Bandung mulai Jum’at hingga Minggu (16-18/02) dirinya dibina untuk menjadi aktivis yang mampu memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Taqi berharap, dengan terpilihnya dirinya sebagai penerima beasiswa Aktivis itu dapat menginspirasi teman-temannya yang lain sehingga tahun depan banyak mahasiwa UNU Yogyakarta yang mendapatkan beasiswa tersebut.

M. Fairus Soleh,
Mhs Fakultas Industri Halal
Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here