Shulhan Berbagi Tips Lolos Seleksi Esai LPDP

0
1016
Sumber foto: www.lpdp.kemenkeu.go.id

Mahasiswa mana yang tidak ingin mendapat beasiswa, alias seluruh biaya kuliahnya gratis? Selain bisa membantu orangtua yang tidak perlu mengeluarkan biaya pendidikan, juga penerima beasiswa biasanya mendapat label mahasiswa yang cerdas. Sebuah credit point.

Tapi untuk mendapatkannya tentu tidak mudah dan penuh perjuangan. Selain harus bersaing dengan mahasiswa cerdas lainnya, juga persyaratan seleksinya itu lho.
Banyak mahasiswa pelamar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendambakan lolos dengan mulus pada tiap tahapan seleksi, termasuk lolos seleksi esai.

“Esai LPDP akan berkaitan erat dengan tulisan ilmiah populer yang padat informasi verifikatif (tidak mengada-ada), faktual, dan renyah dibaca,” ujar Shulhan Rumaru, penerima beasiswa LPDP BIT 2017, memulai kisahnya.

Pada umumnya, penulisan esai ini ada di setiap tahapan seleksi LPDP, mulai dari seleksi administratif sampai seleksi substantif. Namun bagaimana cara membuat esai yang baik dan benar sekaligus menarik perhatian LPDP? Berikut tips yang dibagikan Shulhan.

Dalam tahapan seleksi administrasi, setiap calon awardee wajib menulis 2-3 esai sesuai jenis beasiswa LDPD yang dilamar. Pertama, Esai Kontribusiku Bagi Indonesia (KBI). Sesuai ketentuan LPDP, isi dari esai KBI haruslah memuat tiga poin penting, yaitu kontibusi yang sudah dilakukan, yang sedang dilakukan, dan akan dilakukan.

Selain itu, LPDP juga membatasi jumlah kata dalam esai ini yaitu 750 kata saja. Artinya, panjang tulisan esai ini boleh kurang namun tidak boleh lebih dari 750 kata atau setara 2 lembar A4.

“Gak perlu membayangkan kontribusi berskala besar atau yang berimplikasi luas di masyarakat. Kontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitar pun sudah dinyatakan kontribusi. Tapi bagaimana meraciknya dalam sebuah tulisan yang menarik? Inilah yang sering dirasa sulit oleh banyak pelamar LPDP,” papar Shulhan.

Supaya esai kamu lebih dilirik, perhatikan beberapa poin ini:
1. Paragraf pembuka. Cukup membuat satu paragraf pembuka terdiri dari 4-7 kalimat pengantar yang menjelaskan dirimu serta pendapat umum yang mendukung isi tulisanmu.

2. Isi tulisan terdiri dari: kontribusi yang sudah, sedang, dan akan dilakukan. Sebaiknya ditulis secara sistematis. Untuk poin “yang akan dilakukan”, tuliskan rencana program dari aktivitas yang digeluti saat ini atau ajukan ide baru/ orisinil.

“Jual” dirimu semenarik mungkin. Tapi ingat, dilarang berbohong atau mengada-ada, sebab jika ketahuan dapat didiskualifikasi. Pasti ketahuan deh, sebab kamu akan dimintai bukti dari setiap kegiatan yang ditulis dalam esai, juga diminta menceritakan lebih detil dalam tahap seleksi wawancara.

3. Dalam isi tulisan/esai, sebisa mungkin setiap kontribusi dapat dikategorikan sesuai bidangnya supaya lebih tersruktur dan sistematis. Selain itu, kamu wajib memilah-milih aktivitas mana saja yang dianggap paling penting untuk ditulis.

4. Paragraf penutup berupa harapan. Biasanya para calon awardee kehabisan kata-kata sebab semua sudah ludes tertuang dalam tubuh esai. Untuk menyiasati kerumitan ini, sebaiknya kamu gunakan kalimat umum yang menggambarkan harapan apa saja yang ditulis pada tubuh esai tanpa mengulangnya secara pointers.

5. Tulislah esai dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hindari pula penggunaan istilah yang terlalu ilmiah yang itu akan menyulitkanmu sendiri saat menjelaskan. Terkecuali, jika tahun ini LPDP mengubah syarat esai.

7. Terakhir, sebagai pemanis esai, bumbui tulisan dengan quote dari tokoh idola kamu atau publik figur lainnya dan sisipkan itu pada paragraf pembuka atau penutup saja.

Foto: Istimesa

Bagaimana? Sebenarnya esai yang dimaksud seperti latihan atau simulasi saat mengikuti pelatihan penulisan. Bagi kamu yang terbiasa menulis, maka seleksi model esai tidak menjadi masalah. Selamat mencoba dan moga sukses.

Awib Lomanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here