Presiden Jokowi: FRI Harus Pikirkan Terobosan Bidang SDM

0
394
Foto: unhas.ac.id

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) selalu menjadi prioritas penting pemerintah. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dan Forum Rektor Indonesia diminta memikirkan terobosan besar di bidang pengembangan sumber daya manusia dan harus dikerjakan secara lebih serius.

Demikian sambutan yang disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia 2018 di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/2). Konferensi yang dihadiri lebih kurang 4.000 pimpinan perguruan tinggi seluruh Indonesia ini berisikan dua acara utama yakni Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI).

(Lihat juga: UNHAS Tuan Rumah Forum Rektor Indonesia Ke 20)

“Terobosan-terobosan besar harus diciptakan di bidang pengembangan sumber daya manusia. Khususnya pendidikan, lebih spesifik lagi pendidikan tinggi. Terobosan di bidang pendidikan harus lebih signifikan dibandingkan terobosan di bidang infrastruktur,” papar Presiden.

Ia menghimbau perguruan tinggi harus bergerak cepat dan responsif menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, negara yang maju adalah negara yang cepat dan tanggap terhadap perubahan zaman.

(Lihat juga: Ini Dia 6 Rekomendasi Forum Rektor Indonesia)

“Harus berani melakukan perubahan, harus berani melakukan inovasi. Jangan terjebak dengan rutinitas. Perguruan tinggi harus berubah, fakultas-fakultas di dalamnya juga harus berubah karena dunia juga sudah berubah cepat sekali,” tuturnya.

Presiden juga meminta perguruan tinggi mulai membuka fakultas dan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan industri. Menurutnya kuncinya adalah relevansi dan inovasi, jangan terjebak rutinitas, “Jurusan di dalamnya bisa saja jurusan Kopi Latte atau Kopi Luwak,” imbuhnya sambil bercanda.

Pada kesempatan itu, Presiden juga memberi instruksi kepada Kemristekdikti untuk adaptif dan inovatif terhadap perubahan zaman. Hal ini dapat dilakukan dengan deregulasi dan debirokratisasi di Kemristekdikti, “Bangun aplikasi-aplikasi yang simple yang mudah diakses,” ujarnya.

(Lihat juga: Hadapi Tuntutan Zaman, Kemenristekdikti Rancang Kuliah Online)

Agar sebuah kebijakan dapat dirasakan dampaknya, Presiden mengingatkan agar dalam bekerja harus fokus dan punya prioritas. “Ada anggaran jangan diecer-ecer di setiap tempat sehingga tidak terlihat hasilnya sama sekali. Jangan anggaran dibagi rata di semua kegiatan, tidak fokus,” saran Presiden.

Sementara Prof Dr Suyatno MPd, Ketua Forum Rektor Indonesia, dalam sambutannya mengucapkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang selalu hadir dalam acara Konferensi Forum Rektor Indonesia. Suyatno mengatakan bahwa hasil kajian dari Konferensi FRI 2018 akan menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan pemerintah.

Foto: Istimewa

Dalam penyelenggaraan tersebut pula, Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA terpilih menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2018 menggantikan Prof Dr Suyatno MPd. Sebagai wakilnya terpilih Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof Dr Sutarto Hadi MSi MSc.

Prof Dwia bertekad menjalankan tugas sebaik-baiknya, “Tentu saja, kami mengharapkan dukungan semua pihak untuk dapat melaksanakan tugas dan amanah ini. Kita masing-masing memiliki rutinitas dalam organisasi, misalnya rektor-rektor PTS ada asosiasinya, rektor-rektor PTN juga punya asosiasi sendiri. Di Forum Rektor ini kita akan bersinergi bersama-sama,” harapnya.

Awib Lomanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here