FGD PERMIAS: Agar Mahasiswa Tidak Disebut NATO

0
368
Foto: Istimewa

 

Dalam menjawab tantangan perubahan era digital yang menuntut masyarakat bersaing secara global, menjadikan kuliah di luar negeri sebagai tren baru. Maka, tidak heran bila mahasiswa Indonesia tersebar di berbagai negara untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Menyikapi hal ini, Pendiri dan penggagas Kibar Innovative Academy dan 1000 Start Up Digital, Yansen Kamto dalam Kongres Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Amerika Serikat (PERMIAS) menekankan pentingnya memiliki visi membantu bangsa Indonesia dan masyarakat yang membutuhkan. Sesuai dengan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tidak lupa, ia juga mengundang pulang mahasiswa bila telah selesai studi untuk berkiprah membantu masalah di Indonesia yang tidak mungkin diselesaikan oleh bangsa lain. Dengan keterlibatan aktif ini, menurutnya, berbagai masalah yang masih menjadi tantangan di Indonesia akan sedikit-sedikit terpecahkan.

Dalam siaran persnya, FGD dan Kongres dibuka Konjen RI SF, Ardi Hermawan. Dalam kesempatan itu, Ardi menambahkan pentingnya kepedulian mahasiswa pada berbagai masalah di dalam negeri. Untuk itu, PERMIAS-PERMIAS Cabang dalam wadah PERMIAS Nasional harus bekerjasama dengan KBRI/KJRI untuk membantu rekan-rekan mahasiswa, terutama dari Papua.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan DC, Ismunandar mencontohkan pahlawan-pahlawan Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan dari luar negeri. Menurut dia, PERMIAS harus melanjutkan kiprah pendiri bangsa dengan menempuh pendidikan di luar, lalu kembali melawan masalah yang ada di dalam negeri.

Dalam FGD tersebut juga didiskusikan berbagai program PERMIAS Nasional pengurus 2017-2018, yang antara lain direkomendasikan oleh peserta FGD untuk berfokus pada:

  1. Membuat program di bidang pendidikan yang lebih efektif dan nyata, misalnya membantu pelajar yang berminat melanjutkan ke AS.
  2. Membantu mahasiswa asal Papua dengan membuat program online yang memberikan gambaran dan cara untuk berinteraksi dengan rekan pelajar di AS.
  3. Membuat database yang dapat digunakan untuk networking bagi seluruh anggota.
  4. Mengumpulkan informasi-informasi yang dipublikasikan oleh PERMIAS Nasional untuk disebarluaskan oleh PERMIAS cabang untuk memberikan informasi langsung ke anggota-anggota, dan sebaliknya dari PERMIAS Cabang ke PERMIAS Nasional untuk mengkatalogkan kegiatan PERMIAS cabang.
  5. Membuat berbagai produk-produk digital yang lebih informatif dan interaktif untuk memperkenalkan PERMIAS di Indonesia.
  6. Menjalin kontak dengan alumni PERMIAS.

Awib Lomanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here