Belajar Kepemimpinan dan Kebhinekaan dari Falsafah “Huma Betang”

0
610
Foto: Istimewa

Tahun politik yakni Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, yang akan dilaksanakan secara serentak menjadi bagian dari proses demokrasi bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari perjalanan demokrasi, momen ini perlu dikawal oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda.

Dr A Teras Narang SH, Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2015, penting adanya penerapan kelima sila yang terkandung dalam Pancasila, baik dalam hal berketuhanan, kemanusiaan, persatuan atau bahkan keadilan.

“Sila keempat, yang artinya semangat musyawarah, mufakat dan kebersamaan ini harus lebih dipererat lagi,” tuturnya, saat menyampaikan Ceramah Kebangsaan dalam kegiatan Perayaan Natal dan Doa Untuk Bangsa Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalimantan Tengah (HPMKT) (30/01).

Bertempat di Gedung Grand Pelita, Yogyakarta, Mahasiswa Kalteng yang tergabung dalam organisasi daerah HPMKT Yogyakarta ini, menyelenggarakan serangkaian acara terkait kepemimpinan. Perayaan Natal dan Doa Untuk Bangsa ini mengangkat tema Menyemai Kepemimpinan Huma Betang Dalam Kasih, sebagai makna filosofis dan simbol dari perdamaian.

Kegiatan yang diikuti oleh hampir seluruh mahasiswa Kalimantan Tengah dan dari berbagai Provinsi yang ada di Indonesia ini, diharapkan mampu memahamkan kepada peserta terkait kebhinekaan, khususnya yang bisa ditiru ialah makna dari “Huma Betang” (Rumah Besar)itu sendiri.

Menurut keterangan A.R. Asrari Puadi SKM, selaku ketua HPMKT,  Huma Betang(Rumah Besar) merupakan Falsafah kehidupan masyarakat Dayak Kalteng dengan konsep keberagaman dan kedamaian.

“Kami ingin menunjukan dengan acara ini bahwa Kebhinekaan masih ada, Huma Betang itu menjadi bagian penting dari kebangsaan. Apalagi tahun 2018-2019 di tahun politik, di Kalteng kalau tidak salah ada 11 Pilkada. Artinya, akan ada konflik horizontal yang sangat tajam. Kemudian, di tahun depan 2019 kita juga ada pemilihan Presiden,  kita belajar dari Pemilu yang sebelumnya menimbulkan konflik yang juga sangat panjang.”

“Jadi kami berharap lewat kegiatan ini, kami ingin sampaikan bahwa kebhinekaan itu nyata, Huma Betang itu nyata dan kami ingin tampilkan itu dari Yogyakarta, di tempat kami berkuliah semua,” jelasnya.

Tri Mulyani
mahasiswa Fishum UIN Sunan Kali Jaga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here