Mengapa Peringkat Kampus Berbeda-beda? Ini Penjelasannya

0
2350
Sumber: asia.edu.tw

Kamu pasti bingung, mengapa di sebuah pemberitaan kampusmu bisa berbeda urutan rankingnya dengan pemberitaan yang lain? Tetutama bagi calon mahasiswa yang tengah sibuk mencari referensi kampus yang favorit berdasar peringkat.

Perankingan atau peringkat memang acap kali dijadikan acuan dalam menentukan kampus berkualitas. Sebenarnya tidak selalu demikian. Bukan berarti peringkat itu salah, melainkan kampus yang tidak masuk peringkat tidak selalu buruk.

Urutan dalam peringkat sangat menentukan peminat. Setiap cama (calon mahasiswa) berlomba-lomba menjadikannya sebagai pilihan utama. Siapa yang tidak bangga dengan kampus yang masuk peringkat tinggi, meski baru sebatas cama? Tapi mengapa urutan dalam petingkat yang sempat ditayangkan bisa berubah-ubah?

Jawabannya adalah karena ada beberapa versi yang menggunakan indikator berbeda. Saat ini setidaknya ada 5 versi yang sudah dikenal di Indonesia, yakni:

Webometrics, 4ICU, QS University Ranking, Times Higher Education (THE) Ranking, dan Ranking Perguruan Tinggi versi Dikti.

  1. Webometrics

Webometrics merupakan ranking perguruan tinggi yang dilakukan oleh Cybermetrics Lab. Nah Webometrics ini sering digunakan media  sebagai bahan marketing perguruan tinggi di Indonesia. Emangnya apa aja sih penilaian Webometrics ini? Ada 4 indikator yang digunakan:

Size (S). Jumlah halaman yang terindex di empat search engine: Google, Yahoo, and Bing Search.

Visibility (V). Total jumlah eksternal link unik berdasarkan Yahoo Site Explorer.

Rich Files (R). Total publikasi dalam format Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) and Microsoft Powerpoint (.ppt) di Google, Yahoo and Bing.

Scholar (Sc). Data yang diperoleh antara tahun 2006 dan 2010 di Google Scholar tahun 2004-2008 dari Scimago SIR.

Ingin tau lebih banyak soal Webometrics kamu bisa lihat bisa di sini http://www.webometrics.info.

  1. 4ICU

4 International Colleges & Universities (4ICU) merupakan direktori dan ranking perguruan tinggi di dunia yang dibuat oleh web 4icu.org.

Hampir sama dengan Webometrics, 4ICU juga menilai berdasarkan perfoma website universitas. Saat ini penilaian 4ICU berdasarkan 4 indikator berikut: Moz Domain Authority; Alexa Global Rank; Majestic Referring Subnets; Majestic Trust Flow.

Jadi 4ICU ini lebih tepat disebut sebagai  RANKING  WEBSITE UNIVERSITAS ketimbang ranking universitas. Informasi lebih lanjut tentang 4ICU bisa intip di http://www.4icu.org/id.

  1. QS World University.

Merupakan ranking perguruan tinggi yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). Indikator penilaian yang digunakan QS dalam perankingan perguruan tinggi:

Reputasi akademis (bobot 30%): Survei dilakukan ke kalangan akademisi kampus di setiap jurusan/pogram studi untuk mengukur kekuatan jurusan/program studi tersebut

Reputasi karyawan (bobot 20%): Mensurvei karyawan administrasi perguruan tinggi untuk mengukur kualitas layanan administasi perguruan tinggi.

Rasio fakultas/mahasiswa (bobot 20%): Dihitung dari rasio jumlah dosen dengan jumlah mahasiswa yang lulus dari setiap program studi di perguruan tinggi

Penghargaan hasil riset (bobot 15%): Indikatornya adalah jumlah riset ilmiah perguruan tinggi yang mendapatkan penghargaan sebagai tolok ukur reputasi karya ilmiah tersebut, yang dianalisis dengan program Scopus.

Jumlah riset ilmiah per fakultas (bobot 15%): Dengan menggunakan aplikasi Scopus, jumlah riset ilmiah per fakultas dikalkulasi menjadi skor dengan bobot penilaian 15%.

Proporsi fakultas internasional (2,5%) dan mahasiswa internasional (2,5%): Indikator ini menganalisis jumlah program studi internasional yang ada di perguruan tinggi tersebut. Sementara itu, pengukuran jumlah mahasiswa program studi internasional itu dilihat dari rasio jumlah mahasiswa internasional dibandingkan dengan pegawai administrasi PT sebagai penentu kualitas layanan administrasi program studi internasional tersebut.

Proporsi pertukaran mahasiswa ke luar negeri (2,5%) dan proporsi penerimaan pertukaran mahasiswa dari luar negeri: Indikator ini dilihat dari jumlah mahasiswa yang dikirim ke luar negeri dalam rangka program pertukaran mahasiswa serta penerimaan mahasiswa dari luar negeri dalam rangka program tersebut.

Dari indikator penilaian di atas, terlihat emang ranking QS memotret lebih luas daripada ranking Webometrics maupun 4ICU. Informasi lebih lanjut tentang ranking QS bisa kamu akses di http://www.topuniversities.com/asia-rankings/methodology

  1. Times Higher Education (THE) World University Rankings.

Merupakan ranking universitas yang dikeluarkan oleh majalah Times Higher Education (THE). Selama 2004 sampai 2009, THE dan QS bekerja sama dalam membuat ranking perguruan tinggi. Namun sejak tahun 2009, THE memutuskan untuk membuat ranking sendiri, karena menurut THE, indikator ranking mereka masih lemah dan terlalu mengutamakan science ketimbang Humaniora.

Saat ini cuma ada ITB dan ITB yang masuk dalam ranking THE. ITB dan UI mendapatkan peringkat 800+ di dunia. Info tentang rangking THE bisa dilihat pada https://www.timeshighereducation.com/

  1. Ranking Universitas di Indonesia versi Dikti.

Selain ranking yang dibuat oleh lembaga luar negeri, ada juga nih ranking yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) melakukan pemeringkatan terhadap 3.320 (tiga ribu tiga ratus dua puluh) perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan kriteria sebagai berikut:

Dosen (12%): menghitung jumlah dosen berpendidikan doktor, lektor kepala dan guru besar, serta kecukupan dosen tetap

Kualitas dosen (18%): menghitung jumlah dosen tetap terhadap jumlah mahasiswa pada perguruan tinggi bersangkutan

Akreditasi (30%): menilai akreditasi institusi maupun jumlah program studi terakreditasi A maupun B.

Kualitas kegiatan kemahasiswaan (10%): menilai prestasi mahasiswa

Kualitas kegiatan penelitian (30%): menghitung capaian kinerja penelitian sesuai kreteria yang ditentukan serta jumlah dokumen yang terindeks scopus.

Nah, sekarang semakin jelas kan mengapa peringkat kampus mu bisa berubah-ubah. Secara umum, tidak ada kampus yang paling sempurna dibanding lainnya. Masing-masing memiliki keunggulan bidang tertentu. Jadi sebaiknya urutan ranking tidak perlu dijadikan bahan perdebatan. Kampus menjadi baik jika kamu sebagai mahasiswa juga baik.

Awib Lomanis

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here