Kiat Hemat Ala Mahasiswa

0
468
Sumber foto: cermati.com

Jika kamu memahami benar bagaimana kondisi keuanganmu yang bisa dikatakan “senin-kemis” atau sangat pas-pasan lantas siasat atau langkah apa yang bisa kamu lakukan? Beberapa solusi berikut merupakan jawaban mahasiswa sendiri yang disampaikan kepada fb Swara Kampus (21/11).

Pertama, mencari sumber pemasukan lain. Apapun bisa kamu usahakan asal halal. Siasat ini diusulkan sebuah akun fb bernama @Nur Aziz Hidayatulloh, “Manfaatkan peluang sebagai mahasiswa menulis di koran, di situ selain mengembangkan skill juga bisa menjadi solusi bertahan di tanah perantauan”.

Kedua, lakukan penghematan segala bidang. Pengeluaran hanya untuk yang diutamakan saja (kebutuhan primer mahasiswa). “Uang sih larinya ke warung makan pastinya, bensin, buku, print tugas, shampo, pasta gigi, dsb. Dan terkadang uang untuk jalan2 gak ada. Bener2 anak kos mutlak,” ungkap akun @Moses Brilyan Kiswara.

Ketiga, membuat perencanaan keuangan dengan baik. Akun @Resnumurti Ritandea Harjana menyarankan, “Buat rancangan anggaran bulanan, usahakan berbasis budget yang ada. Pastikan hal-hal terpenting sudah tercover. Syukur2 bisa ditekan (belanja jangan jor-joran), sehingga masih tersedia sisa untuk ditabung atau buat kebutuhan mendadak,” jelas Dea yang mahasiswa UIN tersebut.

Keempat, menurut akun @Desi Rindi Rahmawati, jadilah teman yang baik. “Ya, menjadi teman yang baik itu penting lho, karena pasti berdampak. Orang menjadi senang dengan kita. Meski kerap jadi media curhat tapi juga sering diajak jalan dan ditraktir, hahaha…,” tulisnya. Jadi menurut Desi, mahasiswa UNY itu, kamu bisa dapat untung banyak kalau menjadi orang yang baik, tanpa meminta, kamu pasti ditraktir. Hemat kan?

Kelima, puasa Senin Kamis. Siasat ini menurut akun @Whulan Lestari, mahasiswa UAD, selain memang disunahkan, sehat, juga sebagai langkah penghematan, “Biasanya sih aku puasa Senin Kamis karena memang sudah biasa. Puasa itu sarankan dalam agama, selain berpahala, membuat sehat juga pastinya bisa menghambat pengeluaran. Setidaknya untuk makan dan jalan2 cuci mata,” jawab Whulan.

Keenam, meminjam uang teman. Siasat berikut disarankan sebagai jalan terakhir yang dah betul-betul terpaksa. Beberapa akun mengusulkan demikian, hanya saja jangan dilakukan terlalu sering, “Bukan apa-apa, ntar malah jadi keseringan. Belum lagi klo dah bertumpuk-tupuk, sulit mengembalikan maka jadinya gali lobang tutup lobang. Hubungan dengan teman yang diutangi juga biasanya jadi renggang. Makanya klo bisa utang itu jalan terakhir dan dipikir bener,” tambah akun @Rahmat Hidayat, mahasiswa UII.

Masa mahasiswa adalah masa kamu sibuk mencari identitas diri. Mumpung masih muda dan tanpa pantauan ortu secara langsung, kamu bebas mengeksplor diri. Melakukan atau mencoba apapun. Efeknya pos pengeluaran bisa bertambah, contohnya main kartu di kosan pakai “isian”, atau mencoba refreshing dengan main bilyard. Seberapa dirimu mampu bertahan dari godaan yang terindikasi mengeluarkan budget, itu juga penting.

Dengan begitu, menjadi mahasiswa meski berkesan bebas, namun harus dijalani dengan penuh tanggungjawab serta bijak. Termasuk dalam mengelola keuangan harianmu. Dampak terburuk dari ketidakmampuan mengelolanya bisa mengakibatkan stress, mekakukan pelarian ke drugs dan narkoba, atau nekad berbuat kriminal. Hiduplah dengan bersih, sehat serta bijak dan jangan lupa gembira.

Penulis:

Awib Lomanis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here