Belum Tengah Bulan Uang Kiriman Menipis, Gimana Dong?

0
348
Sumber foto: Pexels

Salah satu masalah mahasiswa adalah soal keuangan. Terutama bagi kamu yang masih bergantung pada kiriman ortu. Banyak kebutuhan “mendadak” yang kadang tidak tercover oleh kiriman. Gimana siasatnya?

Terdengar memprihatinkan kisah seorang mahasiswa (sebut saja Dino, ia minta identitas disamarkan) sebuah kampus swasta di Jogja. Dino mengaku uang bulanan dari ortunya tidak pernah bisa lebih untuk sebulan, bahkan selalu kurang. Kadang sebelum pertengahan bulan sudah mulai menipis.

“Boro-boro berlebih dan bisa menabung, masuk tengah bulan aja mulai ngos-ngosan ngirit,” cerita Dino saat ditemui swarakampus.com di kampusnya.

Ternyata Dino tidak sendirian. Hampir semua mahasiswa yang diwawancara mengaku memiliki problem sama. Meski solusi atau cara menanganinya berbeda-beda. Pada umumnya mereka sadar diri untuk nenuntut lebih atau minta dinaikkan kiriman bulanannya kepada ortu.

“Tidak enak dan kasihan rasanya kalau mau minta tambah. Ortu sudah banting tulang, meski bukan pejabat ataupun eksekutif di perusahaan besar. Adik juga masih ada yang butuh biaya sekolah. Ya, kita nyadar diri ajalah. Mereka bisanya ngasih segitu, ya kita terima,” tutur Wahyu, mahasiswa UP45, seolah mewakili suara teman-teman mahasiswanya.

Kiriman bulananmu dari ortu memang biasanya disesuaikan dengan kemampuan keuangan ortumu sendiri. Atau bisa juga berdasar kebutuhan yang sudah kamu rancangkan sebelumnya, jadi semacam proposal pengajuan anggaran begitu deh. Ada pula karena deal atau kesepakatan alias kompromi.

Ada semacam syarat ataupun catatan dari masing-masing antara kamu dengan ortumu. Kamu menerima tawaran dari ortu dengan catatan, atau demikian sebaliknya. Jadi besaran uang bulanan bisa berubah kapanpun, tergantung hasil dari catatan tersebut (terpenuhi atau tidak).

Sumber: Savvyscot.com

“Aku memang dijanjikan kendaraan sepeda motor sama ortu, jadi ada kemungkinan besaran uang bulanannya menurun. Ya enang sudah kesepakatan sih. Itu pun aku yang minta, dengan catatan nilai semesternya bagus,” ungkap Audi, mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta.

Ortumu pastilah tidak semena-mena dalam menentukan besaran uang bulanan. Mereka akan berpikir bagaimana kamu yang hidup sendiri di perantauan. Selama ini mereka yang mengurus dan menyiapkan semua kebutuhanmu dan kini kamu harus hidup mandiri, mengatur diri sendiri.

Demikianlah dunia mahasiswa, apalagi statusmu sebagai pendatang dan harus kos. Salah satu efek yang ditimbulkan dari aktivitas di perguruan tinggi adalah melatih kemandirian. Bagaimana kamu bisa mengatur dirimu sendiri, salah satunya mengatur keuanganmu.

Awib Lomanis

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here