Festival Onthel dan Wisata Sawah, Upaya Ajak Hargai Petani

0
1026
Foto: Istimewa

Olah raga bersepeda saat ini menjadi salah satu hobi yang mulai populer di masyarakat, termasuk juga sepeda tua atau kebanyakan orang menyebutnya sepeda onthel. Merebaknya hobi sepeda onthel ini, memicu munculnya banyak komunitas penggemar sepeda sebagai wadah organisasi bagi para penggemar sepeda.

Seiring merebaknya hobi bersepeda ini komunitas pecinta sepeda mulai sering mengadakan berbagai macam cara, agar para pecinta sepeda semakin banyak dan terjalin silaturahmi dengan baik. Salah satunya adalah Komunitas pecinta sepeda Piton Ijo yang menyelenggarakan Festival Onthel Klaten.

Festival Onthel Klaten ini diselenggarakan oleh Komunitas Sepeda Piton Ijo Jomboran, dan disupport oleh pemerintah desa Jomboran, BUMDES Bodronoyo dan Karang Taruna desa Jomboran. Diselenggarakan pada hari Minggu, 31 Desember 2017.

Menanggapi berkembangnya komunitas sepeda onthel di pedesaan ini, sejumlah kalangan, termasuk para mahasiswa, melihatnya sebagai sesuatu yang positif. Brigitta, mahasiswa Fakultas Hukum Atmajaya, misalnya, menilai menjamurnya komunitas sepeda onthel ini sebagai proses menguatnya kembali nilai-nilai guyup rukun yang mulai pudar saat ini.

“Mereka, kaya-miskin, tua muda, berbaur dalam komunitas pengedara sepeda onthel, simbol kesederhaan. Ini dapat mengikis egoisme kelompok yang biasanya berlomba memamerkan kekuatan dan kekayaan. Beda dengan komunitas penggemar mobil mewah, misalnya,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Andi Wiratama, mahasiswa Fisipol UGM, yang menilai festival sepeda onthel di pedesaan ini sebagai ekspresi keinginan sebagian masyarakat untuk kembali ke alam, dan menghargai suasana desa yang alami, tanpa rekayasa.

Acara festival sepeda onthel itu sendiri diikuti lebih dari 300 peserta, mulai anak-anak, mahasiswa sampai orang tua yang terdiri dari 11 komunitas pecinta sepeda yang tersebar di sekitar Kabupaten Klaten dan juga warga masyarakat yang mengikuti secara individu.

Berpusat di alun-alun Krido Mudo desa Jomboran, acara ini diawali pawai sepeda mengelilingi desa dengan tujuan untuk memperkenalkan suasana desa Jomboran dan kemudian dilanjutkan berbagai perlombaan seperti kontes sepeda, kontes kostum dan yel-yel terunik serta pembagian berbagai hadiah berupa piala, sepeda dan doorprize.

Foto: Istimewa

Beberapa peserta sangat antusias mengikuti acara ini ini seperti Walino dari Komunitas “Sedel Lawas” Delanggu, mengatakan bahwa keikutsertaan mereka dalam Festival Onthel Klaten ini dengan tujuan untuk meramaikan kegiatan sepeda onthel ini karena penggemar sepeda tua.

Andi dari Komunitas Onthel “W” dari Birin, Karanglo Klaten mengikuti acara ini agar bisa menjalin silaturahmi dengan para penggemar sepeda onthel yang lain, selain itu juga berharap agar penggemar sepeda onthel semakin banyak dan polusi semakin berkurang.

Selain untuk menjalin silaturahmi antar pecinta sepeda sebagai olahraga, acara ini diadakan untuk memperkenalkan Desa politan Jomboran sebagai desa yang mempunyai berbagai macam kegiatan pariwisata dengan basis pertanian. Dengan acara ini juga panitia juga memperkenalkan wisata sepeda sawah kepada masyarakat, demikian yang disampaikan oleh Agus Wibowo, ketua panitia Festival Onthel Klaten.

Agus juga mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan wisata sawah kepada masyarakat agar masyarakat mengerti bagaimana proses para petani dalam menanam padi sampai menghasilkan beras untuk dimakan, sehingga masyarakat bisa menghargai jasa para petani. (Arif, alumnus Komunikasi Fisipol UGM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here