“Psikologi Berbagi,” Terapi Melawan Malas

0
400
Foto: Pexels.com

“Malas”. sering kali kata itu yang menjadi penghambat untuk kita mencapai tujuan, Tak ayal banyak orang yang akhirnya baru menyadari hal tersebut setelah kesempatan yang seharusnya mereka dapatkan itu menghilang begitu saja. Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Fakultas Psikologi, mencoba membagikan ilmu psikologi kepada siswa-siswi SMA N 1 Kokap, Kulom Progo, DIY, untuk meningkatkan motivasi terutama dalam hal belajar untuk siswa-siswi kelas XII, pada Rabu (12/12/2017).

“Memang tema tersebut mewakili pesan siswa-siswi kelas XII yang sering mengeluhkan malas belajar namun juga ingin lulus UN dengan nilai yang memuaskan”, “ungkap Drs Agus Nur Khalid, Kepala Sekolah SMA N I KOKAP.”
“Psikologi Berbagi,” merupakan salah satu kegiatan Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Kegiatan ini sebagai media berbagi ilmu kepada masyarakat.

“Praktik memberikan pembimbingan kepada siswa di SMA yang dikemas dalam acara Psikologi Berbagi ini diharapkan mampu memberi manfaat kepada mahasiswa Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, dalam rangka meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang baik dan benar serta sebagai media berbagi ilmu kepada masyarakat”, demikian dijelaskan Fx. Wahyu Widiantoro., S.Psi, MA, dosen pembimbing dalam kegiatan tersebut.

Psikologi Berbagi pada Rabu (12/12/2017) pagi itu mendapatkan sambutan hangat dan antusiasme dari 88 Siswa-siswi SMA N 1 KOKAP. Dra Susiyanti, bagian Kesiswaan SMA N 1 KOKAP, mengatakan, “Acara seperti inilah yang dibutuhkan siswa di sini, yaitu cambukan untuk terus semangat belajar. Saya mengharapkan agar kerjasama SMA N 1 KOKAP dengan Fakultas Psikologi Universitas 45 Yogyakarta ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya,” jelasnya.

Foto: 30second.com

Selanjutnya, Siswa-siswi diminta menuliskan hambatan yang mereka rasakan selama ini, keluh kesah maupun alasan yang membuat mereka malas untuk belajar, di kertas yang sudah disediakan panitia. Materi yang diusung kali ini yaitu Maju atau mundur (Maju untuk sukses dan mundur untuk gagal). Dengan antusiasme para siswa menyerap ilmu yang disampaikan Pemateri memberikan tips dan trik jitu atasi rasa malas, serta cambukan semangat perubahan baru. Disela-sela materi yang diberikan siswa-siswi diajak untuk senam otak untuk melatih kosentrasi serta keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Hingga materi di lanjutkan kembali oleh Catu Septiana dan Yona Saputri selaku pemateri psikologi berbagi.

Ice breaking pun tak ayal serunya . Up Normal. permainan sederhana ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan jelas harus memahami instruksi dari sang instruktur, jika salah harus memahami lagi, salah memahami lagi, hingga pada akhirnya mereka terbiasa dan berhasil.

Banyak doorprize yang disediakan oleh panitia dari headset, kabel data, kuota Internet hingga 1 buah handphone. Peserta harus mengahadapi tantangan-tantangan yang diberikan untuk mendapatkan doorprize- doorprize tersebut.

Setelah keseruan –keseruan yang mereka lewati siswa-siswi diminta menuliskan solusi dari hambatan yang mereka rasakan pada kertas sebelumnya. Nampak peserta sangat serius menuliskan solusi-solusi dari berbagai hambatannya setelah mereka mendapatkan materi dan melakukan game.

Ada juga acara pembagian doorprize 1 buah handphone. Tantangan pun cukup berat, seluruh peserta ditantang berani maju ke depan dan harus mempresentasikan keselurahan acara dari isi materi, manfaat ice breaking, dan apa yang benar-benar mereka rasakan saat acara ini berlangsung hingga mampu memimpin yel-yel.
Acara terakhir yaitu pemutaran video “Tidak ada kata menyerah”. Video yang berdurasi kurang lebih 10 menit itu sangat mencuri perhatian dan membakar semangat para peserta. Saat pembawa acara meneriakkan “Are you ready, untuk berubah” dan disambut dengan teriakan lantang dari seluruh peserta “Yess… I’am Ready”.

“Senang sekali dengan acara ini dapat memotivasi saya untuk tidak malas belajar dan saya jadi tahu bagaimana cara belajar yang efektif,” ujar Yeni Nur Vatimah salah satu peserta XII IPS. Acara Psikologi Berbagi di SMA N 1 KOKAP ini mampu berjalan sukses karena adanya kekompakan tim mahasiswa yang terdiri dari Hanif, Septi, Catu, Yona, Yeni, Pipit, Wardana, Asep, Asri. Tak luput atas bimbingan FX. Wahyu Widiantoro., S.Psi, MA acara ini bisa terlaksana dengan baik dan penuh ide kreatif.

“Dengan acara psikologi berbagi ini kami betul-betul merasakan secara nyata bahwasannya kerjasama team itu adalah kunci kesuksesan sebuah acara. Acara ini pun tak luput dari bantuan berbagai pihak, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya acara ini dengan sukses,” ujar hanif salah satu tim

Siti Hanifah, mahasiswa Psikologi UP 45 Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here