Bahaya Theater UST Pentaskan ”Tampar Aku Dengan Senyuman”

1
850
Para pemain Bahaya Teater berfoto bersama saat selesai pementasan (14/12) Foto: Istimewa

Setiap orang memiliki persepsi sendiri dalam mengartikan sebuah cinta, ada yang bilang cinta itu buta. Cinta yang sesungguhan tidak memandang apapun, tapi terkadang seseorang mencintai karena sesuatu. Cinta itu tak selamanya indah, bahkan mereka banyak yang terluka karena cinta. Patah hati, galau, terluka, dan bahagia dikemas semenarik mungkin oleh tim “Bahaya Teater” dan dijadikan sebuah pementasan seni teater berjudul ”Tampar aku dengan senyuman” .

Pementasaan teater diselenggarakan di kampus pusat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa pada tanggal 14 Desember 2017, pukul 19:30 yang berdurasi sekitar 2 jam, yang disutradarai oleh kak Riski Kates, menghipnotis para penonton disetiap adegannya,

“Acaranya keren banget, di sini kita bisa lihat beberapa kisah cinta yang benar-benar terjadi di dunia nyata dan di sini dikemas sebegitu menariknya, next time saya harap lebih bagus dan keren dari ini,” kata Jogi mahasiswa STIE Nusa Megarkencana yang ikut menonton.

“Seru banget, jadi teaternya itu ada beberapa adegan, ada cewek yang cantik punya pacar laki-laki miskin, terus ditinggalin cari pacar yang kaya tetapi sama cowok yang kaya ditinggal karena ketahuan matre, ” kata Nuran Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta. “Kalau diberi nilai saya kasih nilai 8 dari 10” tambah Nuran.

Rizki Kates selaku sutradara menjelaskan acara kali ini sebenarnya sebagai proyek awal anak semester satu, yang bergabung dengan UKM Trisula dan mahasiswa lainnya, maka dari itu diberi nama Bahaya Teater. “Kali ini Bahaya Teater yang disponsori oleh Teater Trisula, mengkisahkan percintaan yang terjadi dalam kisah cinta remaja yang bernuansa humor, dan sebenarnya adegan-adegan teater kali ini kebanyakan diambil dari kisah nyata para pemain,” tegasnya

(Foto: Istimewa)

“Acaranya rame banget, ada sekitar 200 penonton, semoga acara berikutnya lebih seru dan rame dari acara kali ini,” tambah Rizki Kates. “Senang sekali bisa ikut bermain peran di sini dan banyak penonton, tidak dari UST saja tetapi dari luar juga banyak. Satu bulan lebih kita berlatih tidak sia-sia dan terbayarakan,” kata Yolani, yang berperan sebagai wanita yang tersakiti dan terluka.

Dengan adanya teater ini membuktikan bahwa percintaan remaja itu tidak selamanya berdampak negatif, tergantung bagaimana kita menyalurkannya. Dan patah hati, kegalauan, bisa dijadikan kegiatan positif, juga seperti menuangkan kisahnya untuk bermain peran di pentas seni teater. Kita dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari apa yang telah terjadi.

Dewi Pangesti
mahasiswa STIE Nusa Megarkencana Yogyakarta

1 KOMENTAR

  1. Terimakasih kak sudah menonton acara bahaya teater tahun lalu, jangan lupa ditahun 2018 kita bakal ada pementasan lagi kak….jangan ketinggalan lagi ya kak….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here