Redaksi Swara Kampus Disatroni Mahasiswa

0
573

Beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta mendatangi kantor redaksi SwaraKampus.com (9/12). Mereka tidak datang sekaligus melainkan sendiri-sendiri.

Rumah asri di jalan Dewi Sartika No. 9 itu memanglah tempat berkumpulnya para kru Swara Kampus yang telah berubah menjadi online. Penjaga keamanan menerima dan menyambut mahasiswa tanpa ada SOP.

Satu persatu mereka menuju ke lantai 2 rumah seperti yang ditunjukkan petugas keamanan. Sementara di dalam ruangan berukuran 5×5 m hanya berupa 2 kamar kerja serta 1 ruang menerima tamu, sudah menanti tim redaksi yang dipimpin langsung oleh Krisno Wibowo selaku pemred.

Kedatangan mahasiswa ke redaksi SwaraKampus.com ternyata memang sudah direncanakan. Rio Nurkholis dari UST menyampaikan bahwa kedatangan mereka ingin bergabung sekaligus belajar menjadi kontributor di SwaraKampus.com.

Pernyataan ini dibenarkan oleh Nike Nurjanah dan Nining Kinasih dari UIN, “Sebenarnya sudah lama tertarik sejak Swara Kampus terbit cetak. Tapi kesempatannya baru sekarang untuk gabung,” ucap Nike.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa mendapat banyak gambaran soal apa dan bagaimana SwaraKampus.com. Mulai dari sejarah berdirinya hingga sistem kerja media online.

Krisno mengaku merasa senang bahkan menaruh respek atas keinginan mahasiswa sebagai kaum muda yang masih mau mengembangkan bakat dan potensinya di bidang kemediaan.

“Silahkan jadikan SwaraKampus.com ini sebagai media belajar kawan-kawan mahasiswa,” ungkap Krisno. “Di sini core aktivitasnya memang menulis terutama penulisan berita. Tapi tidak hanya itu. Kita bisa banyak belajar bersama, misalkan diskusi, pelatihan atau mengadakan event-event yang positif,” tambahnya.

Sejak terbit cetak hingga kini online, Swara Kampus memang tidak pernah lepas dari peran mahasiswa. Berita yang sudah tayang selama ini adalah hasil olahan mahasiswa secara langsung. Setelah mendapat bekal pelatihan, mahasiswa diberi kesempatan melakukan liputan di lapangan.

“Tentu ini suatu yang positif dan berguna bagi mahasiswa dalam melatih kompetensinya. Daripada cuma hangout gak jelas, mending belajar menulis berita yang benar,” jelas Iman Fakhrudin, mahasiswa UTY.

Ke depan, Swara Kampus berharap memiliki setidaknya satu kontributor mahasiswa untuk satu kampus, “Sehingga SwaraKampus.com nantinya bisa menjadi berita portal kampus. Menjadi rujukan bagi mahasiswa dalam mencari berita di dunia kampus,” harap Awib selaku wapemred.

Apa yang dilakukan mahasiswa ini menunjukkan bahwa pers mahasiswa belum habis. Mereka masih memiliki semangat idealisme namun tentu dengan “kemasan” kekinian. Tuntutan zaman adalah keniscayaan namun idealisme tetap terjaga.

Penulis:
Fajar
Mhs Pendidikan Ekonomi UNY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here