Meretas Ekonomi Digital

1
834
Sumber foto: youth-time.eu

Nahdlatul Ulama (NU) mendorong agar Indonesia bisa mewujudkan arus baru ekonomi yang membuka kesempatan bagi masyarakat kecil agar bisa lebih berdaya. Arus baru tersebut bisa terwujud bila ada sinergi antara pemerintah yang membuat regulasi, masyarakat yang mau berusaha dan pengusaha yang mau menjadi mitra warga. Demikianlah khotbah iftitah pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (konbes) NU di Pondok Pesantren Darul Quran Lombak Barat (25/11).

Usulan arus baru ekonomi tersebut layak diapresiasi di tengah kesenjangan ekonomi yang terjadi. Apalagi arus baru ekonomi tersebut mampu disandingan dengan upaya pemerintah yang terus mengalakan program ekonomi digital. Apalagi merujuk data yang ada jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan internet untuk menjual produk masih minim.

Sumber foto: savvyscot.com

Berdasarkan riset Deloitte tahun 2016, hanya 9% dari 57,9 juta UMKM yang serius menjual produk melalui jejaring sosial yang terintegrasi maupun platform e-commerce. Sedangkan, 37% pelaku UMKM sama sekali tidak memiliki akses internet, baik melalui komputer atau smartphone.

Sementara itu hanya ada 36% UMKM lainnya memiliki akses internet namun tidak digunakan untuk penjualan produk. Sementara, 18% lainnya hanya menggunakan jejaring media sosial untuk penjualan produk.Dengan perkembangan tersebut, kontribusi UMKM ke PDB hanya mencapai 55,6%. Padahal, penelitian Bank Dunia menyebutkan keterlibatan UMKM secara digital menjadi salah satu pendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi 7% di tahun 2025 mendatang.

Oleh sebab itu tidak ada langkah lain selain mendorong penerapan ekonomi digital terhadap UMKM sebagai salah satu langkah membangun arus baru ekonomi. Apalagi, jika dilihat aktivitas ekonomi dan layanan digital saat ini telah banyak menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Selain itu pula ekonomi digital memiliki banyak peluang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebab para pelaku ini tidak perlu lagi menjadi pengusaha besar agar produknya bisa dilirik oleh konsumen. Sebab, dengan kemampuan marketig digital para pelaku UMKM dapat memasarkan produknya hingga seluruh dunia.

Akan tetapi, aktivitas ekonomi digital teriatam untuk UMKM harus tetap di dukung oleh kebijakan pemerintah terutama soal pembiayaan. Seperti, memberikan kredit usaha rakyat agar dapat UMKM yang go digital ketengah pasar intrenasional sehingga bisa berkembang dan menyajikan berbagai produk inovatif. Artinya, dengan meretas program ekonomi digital ini, kita setidaknya dapat turut ambil bagian dalam melahirkan arus baru ekonomi sebagai upaya mewujudkan demokratisasi ekonomi. Semoga

Naimatus Tsaniyah
Mahasiswa Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here