Mahasiswa Psikologi UP45 Semangati Anak-anak SLB

0
776

Setiap anak dilahirkan dengan keistimewaan dan bakat masing-masing. Ketidaksempurnaan fisik tidak menjadi penghalang bagi anak-anak di SLB Yaketunis untuk menjadi pribadi yang mandiri dan sukses. Mahasiswa Psikologi UP45 Yogyakarta bekerja sama dengan beberapa pihak melakukan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan rasa empati dan altruisme antara mahasiswa dan anak-anak difabel di SLB Yaketunis yang berlokasi di Jalan Parangtritis 46, Yogyakarta, beberapa saat lalu.

Kegiatan yang juga melibatkan alumni Fakultas Psikologi UP45 serta alumni PLB UNY Yogyakarta ini disambut dengan baik oleh anak-anak maupun pengelola SLB Yaketunis.
Nugroho selaku pengelola SLB Yaketunis menyampaikan apresiasi yang luar biasa terhadap mahasiswa atas kunjungannya dan pengadaan kegiatan untuk anak-anak. “ Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, karena materi yang disampaikan menarik dan bagi mereka. Ini adalah ilmu dan pengetahuan baru bagi anak-anak kami,” ungkapnya.

Bertempat di aula SLB Yaketunis, Selasa 21 November 2017, sebanyak 45 anak yang tinggal di SLB tersebut antusias mengikuti kegiatan yang dipandu oleh mahasiswa. Materi yang disampaikan oleh Rizkia Nurakbari Ramadhani,S.Pd, selaku narasumber tentang kesehatan reproduksi. Mahasiswa dan anak-anak berbaur mengikuti kegiatan sampai selesai.

Acara dikonsep menjadi dua sesi, untuk sesi pertama, mahasiswa dan narasumber menjadi fasilitator bagi anak-anak difabel. Sesi kedua, sebaliknya, anak-anak SLB lah yang menjadi fasilitator bagi mahasiswa.

Hal yang menarik terjadi saat session kedua, dimana anak-anak mengutarakan isi hatinya kepada seluruh peserta. Ungkapan dari anak-anak ini yang justru menjadi pembelajaran dan semangat bagi mahasiswa dan semua yang hadir di aula tersebut. Seperti yang disampaikan Alex, salah satu siswa dari SLB yang mengalami tuna netra. “Allah itu menciptakan saya hanya untuk menyiksa saya saja, dengan kondisi yang seperti ini. Tapi akhirnya saya menerima keadaan diri saya, dan bahkan saya bersyukur bisa menjadi sumber inspirasi bagi temen-teman saya ”.

Sumber foto: Istimewa

Berbeda lagi dengan ungkapan hati dari Syifa, siswa tuna netra yang mempunyai prinsip, bahwa dia tidak berbeda dengan teman-temannya, makanya dia harus bisa melakukan hal yang dilakukan oleh orang lain. “ Waktu kecil saya sering diejek temen-temen ketika belajar naik sepeda dan berkali-kali terjatuh, tapi saya tidak pernah marah kepada teman-teman,” ungkap Syifa.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati dari mahasiswa. Selain itu diharapkan mahasiswa mampu memiliki jiwa altruisme, yaitu mampu membaur serta merasakan apa yang dialami oleh anak-anak tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Eni Rohyati, S.Psi.,M.Psi selaku dosen pembimbing dan penanggung jawab kegiatan ini.
“Mahasiswa diharapkan bisa membaur dan mengetahui keadaaan mereka sebenarnya di lingkungan ini, apakah anak-anak ini merasa terasingkan di lingkungan, atau diterima oleh lingkungan.”

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan surat Ar Rahman oleh Andre, alumni psikologi UP45 dan menyanyikan lagu dengan judul “Jangan Menyerah” dari band D’masive yang semakin menambah semangat anak-anak dan mahasiswa.

Tri Welas Asih

Mahasiswa UP 45 Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here