Menulis saat Mahasiswa, Indrian Toni Sukses Jadi Sastrawan

0
656

“Dalam hidup, bakat saja tidak cukup, perlu terus diasah dan diasah. Jangan malu belajar dan teruslah belajar. Yakin dengan pilihan dan keputusan apa pun yang diambil.”

Demikianlah tulis Indrian Toni, alumni Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga tahun 2005, sekaligus sastrawan yang karyanya telah banyak diterbitkan oleh media massa dan berkali-kali menang dalam kompetisi. Alumni asal Lansano, Desa Kecil di Pesisir Selatan Sumatera Barat ini memang memiliki semangat yang berbeda dengan mahasiswa lain.

Sejak menjadi mahasiswa bahkan sebelum itu, ia memang sudah mencintai dunia tulis menulis. “Selama kuliah di Sosiologi saya semakin tekun menulis. Saya bukanlah mahasiswa yang mendapat kiriman uang dari orang tua. Untuk hidup pilihan satu-satunya adalah menulis. Saya senang di UIN juga karena ada bonus dari Fakultas untuk tulisan yang dimuat. Lalu setahun sekali ada lomba banyak-banyakan karya yang dimuat diadakan oleh Universitas,” ujarnya bercerita saat dihubungi.

Sebagai mahasiswa angkatan pertama, Toni yang kemudian mengganti namanya menjadi Indrian Koto mengasah keahlian menulisnya saat ia masih duduk di bangku perkuliahan. Menurutnya, masa kuliah merupakan masa yang paling produktif untuk melahirkan karya.

“Setiap mahasiswa mestinya sudah mula berpikir apa kecenderungannya. Bisa saja orang merasa salah memilh jurusan, tetapi proses kreatif-nyalah yang akan menentukan kelak ia akan menjadi apa. Jika semata hanya bergantung pada studi, saya tidak tahu saya akan menjadi apa hari ini,” sambungnya.

Belajar Sambil Menulis

Tidak jauh-jauh, Sosiologi merupakan bidang keilmuan yang cukup dekat dengan sastra. Soal-soal sosial, soal-soal kultrual, soal-soal kemanusiaan yang membuat Toni merasa tertarik dengan dunia kepenulisan. “Sosologi pemantik pengetahun sastra dan sastralah yang kemudian mewujudkannya. Saya menulis puisi dan cerpen, menekuni keduanya hingga kini. Di luar menulis saya berjualan buku. Berjualan buku inilah sepenuhnya menyelamatkan saya. Saya melakoni tiga hal ini bersamaan: kuliah, menulis dan berjualan,” sambungnya lagi.

Menyeimbangkan waktu dengan berbagai aktivitas, tidak menghalangi Toni untuk berkarya. Justru kesibukannya bertujuan untuk melahirkan karya. Ia sangat produktif dalam menulis puisi cerpen. Hampir semua media baik lokal maupun nasional telah mempublikasikan karyanya sastranya baik di koran, tabloid atau majalah. Beberapa perlombaan sastra juga pernah dimenangkannya. “Terakhir saya ikut MPU yang diadakan setiap tahun untuk provinsi di Jawa, Bali, lombok dan NTT,” jelasnya.

Beberapa karya lain miliknya ialah kumpulan puisi judulnya “Pleidoi Malin Kundang.” Karya ini yang kemudian masuk 5 besar nominasi Karya Perdana dan Kedua dalam Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) beberapa waktu lalu. Buku ini terbit setelah hampir 13 tahun ia menekuni dunia penulisan dihitung sejak ia pertama kali sampai di Jogja.

“Masa yang paling efektif untuk belajar banyak hal adalah masa-masa ketika menjadi mahasiswa. Saya mengalaminya dan saya melihat fenomena itu pada banyak orang. Dalam hidup, bakat saja tidak cukup, perlu terus diasah dan diasah. Jangan malu belajar dan teruslah belajar. Yakin dengan plihan dan keputusan apa pun yang diambil,” imbuhnya lagi.

Reporter : Tri Muryani
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here