Ini Dia Tips Menulis Mudah Bagi Pemula

1
666

Banyak mahasiswa mengaku kesulitan saat diberi tugas kuliah membuat makalah. Cara paling praktis yang dilakukan biasanya brosing di google kemudian copy paste. Cara ini sungguh tidak mencerminkan diri mahasiswa sebagai kaum intelektual.

Copy paste bisa disamakan dengan plagiat atau juga mencuri hasil karya orang lain. Resikonya sangat berat jika ketahuan, selain itu juga gabener bagi pendidikan karakter generasi muda.

Berikut cara-cara mudah lagi halal serta tidak melanggar peraturan. Ada tiga metode utama yang bisa kamu praktikan dengan segera.

Merekam percakapan. Jika kamu mengatakan bahwa berbicara lebih mudah daripada menulis, maka rekamlah percakapanmu. Katakan semua yang ada dalam pikiranmu. Setelah itu putar ulang, lalu mulailah mencatat apa saja perkataanmu yang penting-penting.

Menjawab pertanyaan. Ketahuilah, sesungguhnya menulis essay itu adalah menjawab pertanyaan 5W 1H (what, who, why, when, where dan how). “Apa” berkait substansi masalah, “siapa” yang terlibat, “mengapa” demikian, “kapan” dan “di mana” kejadiannya, serta “bagaimana” proses kejadiannya?

Membuat kerangka tulisan. Seperti membuat karangan dalam pelajaran bahasa Indonesia di SD ataupun SMP. Susunlah kerangka tulisan per alinea, kamu akan menuliskan apa? Mengapa ini dilakukan, karena biasanya kita itu cenderung pelupa. Nah untuk menghindari lupa maka ditulis dulu poin-poinnya.

Selanjutnya, ini berkait dengan pembiasaan saja. Sangat disarankan melakukan beberapa hal sebagai berikut.

Rajin mendengar dan membaca dari media yang ada. Dengan upaya ini, kamu akan memiliki standar mana tulisan yang baik dan mana yang kurang baik, mana yang asyik mana yang membosankan.

Rajin bertanya dan berdiskusi terkait topik tulisan. Carilah teman bicara yang sudah sering menulis. Diskusikan dengannya soal topik-topik yang menarik untuk ditulis (aktual dan faktual).

Cari referensi untuk memperkuat argumen tulisanmu. Sebuah referensi menjadi penting karena kamu bukan siapa-siapa. Untuk meyakinkan pembaca maka diperlukan beberapa referensi.

Baca ulang tulisanmu, lakukan koreksi. Lakukanlah pengeditan diakhir atau saat selesai menulis. Baca ulang apakah ada yang salah tanda baca atau kekeliruan dalam sistematika penulisan.

Jangan menilai tulisan sendiri. Terakhir, kamu sering ragu dengan tulisanmu. Maka biarlah orang lain yang menilainya. Bukan soal baik atau buruk, tapi ini soal seberapa berani kamu mulai menulis.

Penulis:
Awib Lomanis

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here